Korps Marinir Tinjau Alat Simulasi Tempur Canggih untuk Prajurit

Jakarta, IDM – Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen (Mar) Endi Supardi menerima paparan dan demo perlengkapan Training Technology Equipment and Operation System (TTEOS), Jakarta, Rabu (24/4).
Paparan dan demo TTEOS tersebut merupakan alat yang memadukan teknologi tinggi dan komputerisasi untuk membuat simulasi latihan maupun operasi tempur lainnya dalam satu perangkat monitor.

Baca Juga: Kemhan Kirim 2 Taruna Akmil Sekolah di RMC-D Australia
"Sehingga manfaat dari alat tersebut untuk meningkatkan imajinasi realisme latihan dan hasil operasi tempur prajurit," ujar Endi, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Kamis (25/4).

Perlengkapan TTEOS juga memiliki kemampuan, jarak tembak radiasi elektromagnetik atau infrared sampai dengan 500 meter, durasi baterai yang optimal, waterprof, teleskop infrared yang terkoneksi dengan helm dan senjata.
Baca Juga: TNI AD dan BKKBN Kolaborasi Atasi Stunting Lewat Air Bersih
Kemudian, TTEOS produksi lokal dari PT Indo Arma Bhara itu memiliki system navigasi atau GPS dengan jaringan lokal maupun global serta sistem monitoring lapangan maupun markas komando. (at)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































