Korpasgat TNI AU Bangun Dua Satuan Baru di Biak

Jakarta, IDM – Korps Pasukan Gerak Cepat atau Korpasgat TNI Angkatan Udara mulai membangun dua satuan baru di Biak, Papua. Dua satuan baru itu Batalion Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) 31 Resimen Arhanud 3 Divisi Arhanud dan Detasemen Matra 3 Brigade Para Komando (Parako) 3 Divisi Parako.
Peletakan batu pertama pembangunan markas dua satuan baru itu dipimpin Komandan Divisi Arhanud Pasgat Marsma TNI Ari Ismanto, Rabu (19/11).
Baca Juga: TNI Dirikan Pos Komando den Perkuat Penyekatan di Zona Terdampak Erupsi Gunung Semeru
Marsma Ari mengatakan, pembangunan satuan baru ini merupakan langkah nyata dan strategis dalam memperkuat jajaran Korpasgat, sekaligus wujud sinergi antara TNI AU dan masyarakat.
Pembangunan juga menandai babak baru dalam penambahan penguatan kemampuan tempur dan kesiapsiagaan Korps Baret Jingga.
Baca Juga: Tingkatkan Kesiapan Alpalhankam, TNI AU Angkut Classified Materiel dari AS dengan C-130J
“Pembangunan satuan ini bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan operasional pasukan, tetapi juga menjadi bukti nyata kehadiran TNI AU mendukung kemajuan pertahanan daerah,” ujar Ari, dikutip dari Korpasgat, Minggu (23/11).
Lebih lanjut, Ari menyebutkan bahwa peletakan batu pertama menjadi momen bersejarah bagi Yonarhanud 31 Menarhanud 3 Divisi Arhanud dan Denmatra 3 Brigade Parako 3 Divisi Parako untuk menatap masa depan sebagai satuan elite yang tangguh, profesional, dan siap melaksanakan setiap tugas dalam menjaga kedaulatan NKRI. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































