Korem 051/Wijayakarta Dampingi UMKM di Depok, Dorong Lansia Tetap Produktif

Jakarta, IDM – Pemberdayaan masyarakat tidak hanya berbicara mengenai keamanan dan ketertiban wilayah.
Di Kampung Babakan, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jawa Barat, Korem 051/Wijayakarta turut mendorong kemandirian ekonomi warga melalui pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pendampingan tersebut dilakukan personel Babinsa Koramil 06/Cimanggis, Kodim 0508/Depok, Serda Sarwani.
Di tengah permukiman yang dihuni sekitar 800 jiwa atau 211 kepala keluarga, Sarwani aktif mendampingi warga yang mengembangkan berbagai usaha rumahan, mulai dari tahu bakso, bawang goreng, peyek kacang hingga jamu tradisional.
Baca Juga: TNI AL Tangkap Kapal Penyelundup 407 Ton Solar di Semarang
Bagi Sarwani, UMKM bukan sekadar aktivitas ekonomi keluarga. Jika dikelola secara konsisten, usaha tersebut dapat berkembang menjadi sumber penghasilan sekaligus membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar.
Dengan mengendarai sepeda motor, Sarwani secara rutin menyusuri jalan-jalan kampung untuk mengunjungi para pelaku UMKM binaannya.
Pendampingan dilakukan dari hulu hingga hilir, mulai dari membantu mencari bahan baku, memantau proses produksi, mengecek kualitas produk, hingga mendukung pemasaran.
"Menindaklanjuti arahan dari pimpinan, Danrem 051/Wijayakarta, Dandim 0508 Kota Depok, dan Danramil 06 Cimanggis, kami selaku Babinsa akan berusaha men-support para pelaku UMKM yang ada di wilayah kami," ujar Serda Sarwani, Selasa (22/9).
Menariknya, sebagian pelaku UMKM yang didampingi merupakan warga lanjut usia. Aktivitas produksi menjadi ruang bagi para lansia untuk tetap aktif, produktif, sekaligus memperoleh tambahan pendapatan bagi keluarga.
Salah seorang warga, Siti Fatonah, mengapresiasi pendampingan yang diberikan Sarwani. Kedekatan tersebut bahkan membuat Sarwani dipercaya warga menjadi Ketua RT di Kampung Babakan selama dua periode dan akrab disapa Pak RT.
"Terima kasih kepada Pak Sarwani yang telah menemani dan membimbing kami warga dan para pelaku UMKM. Kami berhasil mengembangkan usaha ini tak lepas dari kegigihan beliau," kata Siti.
Sarwani menilai perkembangan UMKM di wilayah binaannya memberikan efek berantai. Ketika sebuah usaha tumbuh, warga lain di sekitar juga berpeluang terlibat dalam proses produksi maupun pemasaran.
Baca Juga: Bawa Misi Kemanusiaan, KRI Wahidin TNI AL Berlayar dari Papua ke Vanuatu
"Mereka memberikan dampak positif untuk perekonomian masyarakat di sini. Sehingga para tetangga ikut terlibat dan mendapatkan uang tambahan untuk keluarga mereka," jelasnya.
Pendampingan UMKM menjadi salah satu bentuk peran teritorial Korem 051/Wijayakarta melalui jajaran Babinsa. Kehadiran prajurit tidak hanya diarahkan untuk menjaga kondusivitas wilayah, tetapi juga membantu masyarakat mengoptimalkan potensi ekonomi yang dimiliki.
Melalui penguatan UMKM, masyarakat diharapkan semakin memiliki kemandirian ekonomi dan mampu membangun sumber penghasilan yang berkelanjutan.
Bagi warga lanjut usia, aktivitas tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk tetap berkarya dan berkontribusi di lingkungan tempat tinggalnya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































