Kopassus Luncurkan Logo dan Tema Jelang HUT ke-73, Ini Arti dan Maknanya

Jakarta, IDM – Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD akan berulang tahun ke-73 pada tanggal 16 April 2025 mendatang. Logo dan tema pun diluncurkan jelang HUT ini.
Dilansir Penkopassus, Jumat, (11/4) dijelaskan bahwa memasuki perjalanan pengabdian ke-73, Kopassus dengan bangga mempersembahkan logo dan tema yang merefleksikan perjalanan pengabdian yang tak lekang oleh waktu: "Profesional, Modern, Adaptif, dan Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa".
Baca Juga: Kasau Awards 2025, TNI AU: Perkuat Sinergi dan Apresiasi Bagi Awak Media
Sejak didirikan, Kopassus telah menorehkan tinta emas dalam sejarah bangsa, menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara melalui berbagai operasi heroik dan penuh dedikasi.
Semangat juang yang adaptif dan profesionalisme yang terus diasah menjadi landasan kokoh dalam setiap langkah pengabdian, selalu dilandasi oleh keimanan dan ketakwaan kepada Sang Pencipta.
Sementara itu, Logo HUT tahun ini adalah simbol dari komitmen Kopassus untuk terus bertransformasi dan memberikan yang terbaik bagi Ibu Pertiwi, saat ini dan sampai kapanpun bangsa ini berdiri. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































