Kopassus Lantik Lima Pejabat Utama, Ini Daftarnya

Jakarta, IDM – Panglima Komando Pasukan Khusus (Pangkopassus) Letjen TNI Djon Afriandi melantik lima pejabat utama, Senin (1/9). Acara digelar di Serambi Kehormatan Makopassus.
Dilansir dari keterangan Penkopassus, selain acara pelantikan juga dilanjutkan Tradisi Korps Penerimaan Perwira Kopassus.
Baca Juga: Taifib dan TNI AU Terjun Tempur dari Pesawat CN Prancis di Dabo Singkep
Pada kesempatan tersebut, Pangkopassus mengajak para perwira yang resmi dilantik untuk saling bekerjasama dalam memajukan Kopassus.
“Jabatan adalah sebuah amanah dan bukan hanya sekadar kehormatan, melainkan juga tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh integritas, keteladanan, dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Bekerjalah dengan kehormatan sebagai dasar,” tegas Pangkopassus.
Baca Juga: Libatkan Jet Tempur F-16 dan Heli Serang Apache, Kopasgat dan Australian Army Latihan JTAC
Berikut daftar lengkap lima pejabat utama Kopassus yang dilantik
- Wakil Panglima Kopassus Brigjen TNI Ferdial Lubis.
- Inspektur Kopassus Brigjen TNI Putra Widiastawa.
- Asren Kopassus Kolonel Inf Donny Ismuali Bainuri.
- Asintel Kopassus Kolonel Inf Hendriyadi.
- Asops Kopassus Kolonel Inf I Gede Putra Yada. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































