HANKAM

Kopaska TNI AL Simulasi Operasi Khusus dari Rebut Pesawat hingga Penanganan Bom

Komandan Kopaska Laksma Sadarianto
Komandan Kopaska Laksma Sadarianto (ketiga dari kiri) memimpin langsung pengecekan kesiapan material taktis prajurit di Surabaya, Jawa Timur, Senin (20/4). (Foto: Dok. Pen Kopaska)

Jakarta, IDM – Komando Pasukan Katak (Kopaska) mengasah ketajaman operasi khusus melalui latihan pasukan khusus (Latpassus) 2026. Skenario latihan kali ini menyasar pada pengambilalihan pesawat yang dibajak di pangkalan udara hingga teknik penjinakan bahan peledak.

Komandan Kopaska Laksma Sadarianto memimpin langsung pengecekan kesiapan personel dan material di Markas Komando Kopaska, Surabaya, Jawa Timur, Senin (20/4). Ia menekankan, latihan ini merupakan cara matra laut menjaga profesionalisme prajurit dalam menghadapi ancaman sabotase.

Fokus Pembajakan Pesawat dan Bahan Peledak

Materi latihan tahun ini dirancang sangat spesifik untuk menghadapi situasi krisis di instalasi strategis. Prajurit elite ini mendalami prosedur penanganan pembajakan pesawat yang berada di pangkalan udara TNI AL.

Baca Juga: Korban Kecelakaan Truk TNI AD jadi Anak Angkat Pangdam Pattimura

"Prajurit harus mampu meningkatkan kemampuan operasi khusus. Kami memastikan personel cakap dalam penanganan pembajakan pesawat di pangkalan udara serta pembersihan bahan peledak," ujar Sadarianto, dikutip dari keterangan Pen Kopaska, Selasa (21/4).

Tak hanya soal teknik serangan, aspek keamanan material juga menjadi sorotan utama. Sadarianto menyebut latihan ini sebagai ruang bagi prajurit untuk mengembangkan kemampuan secara berkelanjutan.

"Latihan merupakan bagian dari kesiapan prajurit. Di sinilah ruang untuk mengasah kemampuan secara terus-menerus agar kesiapsiagaan tetap optimal," imbuhnya.

Baca Juga: TNI AU-RSAF Perkokoh Kerja Sama Pertahanan lewat Latma dan Pengembangan Kapabilitas HADR

Laksma Sadarianto
Momen Laksma Sadarianto memberikan instruksi khusus kepada personel Kopaska mengenai prosedur penggunaan perlengkapan. Ia menuntut ketelitian tinggi untuk menghindari kesalahan fatal. (Foto: Dok. Pen Kopaska)

Instruksi Tegas: Jangan Konyol!

Mengingat latihan ini melibatkan material berbahaya, Sadarianto memberikan instruksi keras terkait prosedur keselamatan. Ia mewanti-wanti para personel agar tidak ceroboh saat berhadapan dengan pemicu ledakan.

"Jangan penakut, tetapi juga jangan terlalu berani tanpa perhitungan. Ingat, setiap ledakan tidak bisa diulang dan memiliki konsekuensi yang fatal," tegas Sadarianto di hadapan pasukannya.

Ia menuntut setiap prajurit untuk menanggalkan pola pikir rutinitas. Bagi Sadarianto, setiap simulasi harus dianggap sebagai misi nyata agar tingkat konsentrasi prajurit berada pada titik tertinggi.

Baca Juga: Jaga Selat Malaka, Pangkoarmada RI Temui KSAL Malaysia Bahas Kapal Asing

"Anggap setiap tahapan sebagai misi baru, bukan sekadar rutinitas. Kita harus memastikan prinsip nihil kecelakaan (zero accident) tetap menjadi prioritas utama selama latihan berlangsung," pungkasnya.

Latpassus 2026 ini melibatkan sejumlah unsur kekuatan dari satuan Kopaska Koarmada RI. Usai apel gelar pasukan, para prajurit langsung bergerak menjalankan rangkaian skenario taktis untuk menjamin kesiapan tempur alutsista dan personel dalam mendukung tugas TNI AL. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.