Kopaska dan Pasukan Elite PASKAL Malaysia Latihan Tempur di Laut Jawa

Jakarta, IDM – Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL dan pasukan elite PASKAL Malaysia menggelar latihan tempur bersama di perairan Laut Jawa. Kedua pasukan operasi khusus matra laut ini bakal menguji taktik serta kemampuan tempur dalam skenario operasi penanganan terorisme dan pembajakan di laut.
Aksi bersama kedua pasukan komando ini menjadi menu utama dalam latihan bersama Malindo Jaya 28AB/26. Agenda militer bilateral garapan TNI AL dan Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) yang bergulir dua tahun sekali tersebut resmi dibuka di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (17/6).
Baca Juga: TNI AD Soroti Angka Kematian Prajurit Tinggi Akibat 2 Faktor Ini
Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II Laksda TNI I Gung Putu Alit Jaya menegaskan, kehadiran dua pasukan elite angkatan laut ini bertujuan menguji kesiapan tempur dan mempertajam kemahiran taktis personel.
Skenario latihan sengaja dibuat menantang untuk membangun keterpaduan operasi (interoperabilitas) kedua negara dalam menghadapi segala ancaman keamanan laut regional.
"Latihan bersama Malindo Jaya tahun ini menjadi pembuktian taji komitmen militer Indonesia dan Malaysia. Kami menerjunkan langsung tim VBSS dari Satuan Kopaska Koarmada II untuk saling asah kemampuan dengan pasukan operasi khusus elite PASKAL Malaysia di medan latihan sesungguhnya," ujar Alit Jaya.
Baca Juga: Pertama Kali, Kapal Perang Kerajaan Inggris HMS Tamar Bersandar di Jakarta
Ia menambahkan, penajaman insting tempur pasukan komando tersebut akan diuji langsung dalam tahapan lapangan (sea phase) di Laut Jawa. Kedua pihak bakal mengeksekusi serangkaian latihan taktis, mulai dari prosedur perebutan kapal (boarding exercise), latihan tembakan meriam, hingga simulasi manuver kapal perang secara presisi.
Demi memuluskan operasi gabungan ini, TNI AL mengerahkan dua kapal perang, KRI Sultan Iskandar Muda-367 dan KRI Tombak-629. Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) juga menerjunkan helikopter Bell HU-4205 untuk mendukung pergerakan logistik udara. Sementara itu, pihak TLDM mengimbangi kekuatan dengan meluncurkan dua kapal perang andalannya, yakni KD Rencong dan KD Selangor.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































