HANKAM

Kopasgat TNI AU Sukses Lakukan Joint Terminal Attack Controller

Kopasgat TNI AU Sukses Lakukan Joint Terminal Attack Controller
(Pasukan dari kopasgat TNI AU yang tergabung dalam Tim JTAC (Join Terminal Attack Control) Mayor Pas Anang Kurniawan (Dandenmatra 2 Kopasgat) kiri, Lettu Pas Adriyudha, Kopda Alan Wijaya(kanan), Dok Penkopasgat)

Jakarta,IDM - Personel Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI Angkatan Udara (TNI AU) bersama dengan personel Taifib TNI AL dan US Marine Recon melakukan Operasi Joint Terminal Attack Controller (JTAC) dalam Latihan gabungan bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2022 yang digelar di wilayah Pantai Dabo, Kepulauan Riau, Kamis (4/8).

(Dok Penkopasgat)

Latihan inflitrasi ke daerah sasaran yang dilakukan oleh Kopasgat dilaksanakan sebelum Close Air Support 2 jet tempur F-16 Skadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.

Mengutip keterangan Dispen Kopasgat, operasi infiltrasi ini dilaksanakan secara simultan dengan jumlah personel besar yang dimulai dari pra operasi amfibi untuk menyiapkan pantai pendaratan sampai dengan operasi pendaratan amfibi untuk merebut wilayah pantai musuh. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.