Koopsudnas, Pelaksana Unity of Command TNI AU yang Kini Dipimpin oleh Panglima Baru

Jakarta, IDM - Komando Operasi Udara Nasional (Koopsudnas) merupakan salah satu Komando Utama (Kotama) TNI Angkatan Udara (TNI AU) yang memiliki peran krusial dalam menghadapi berbagai dinamika lingkungan strategis dan tantangan tugas TNI AU yang selalu berkembang.
Koopsudnas disebut Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo sebagai kunci bagi TNI AU untuk mewujudkan unity of command, khususnya untuk meningkatkan fokus dan koordinasi dalam asset employment, serta dalam pengerahan kekuatan matra udara.
Koopsudnas sebagai Kotama Ops selanjutnya bertugas menyelenggarakan pembinaan dan kemampuan kesiapan operasional satuan dalam jajarannya, serta melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan udara guna mendukung tugas TNI Angkatan Udara.
Empat unsur pelaksana yang berada di bawah Koopsudnas yaitu Komando Operasi Udara (Koopsud) I, II, III, dan Kopasgat yang membawahi Lanud, Kosek, Wing Udara/Pasgat, Batalyon Pasgat, Skadron, Satuan Radar, Satuan Rudal, dan Detasemen.
“Dalam pelaksanaan tugasnya, Koopsudnas sebagai Kotama Ops bertanggung jawab kepada Panglima TNI, sekaligus sebagai Kotama Bin yang bertanggung jawab kepada Kepala Staf Angkatan Udara,” jelas Fadjar dalam upacara serah terima jabatan Pangkoopsudnas dan Dankodiklatau, Selasa (7/12).
Baca: IDAF CSIRT, Kolaborasi TNI AU dan BSSN Untuk Wujudkan Ketahanan Siber
Usai upacara sertijab, kini Koopsudnas dipimpin oleh Panglima baru yakni Marsdya TNI M. Tonny Harjono. Sebelum menjadi pucuk pimpinan Koopsudnas, Tonny pernah menempati sejumlah jabatan strategis di antaranya Komandan Kodiklatau tahun 2022, Komandan Lanud Halim Perdanakusuma dan Lanud Adi Soemarmo masing-masing pada tahun 2018 dan 2016. Alumni Angkatan Udara tahun 1993 ini juga sempat menempati jabatan sebagai Ajudan Presiden Joko Widodo pada tahun 2014. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































