HANKAM

Koops TNI Habema Evakuasi Para Pendulang Emas Setelah Serangan OPM di Pegunungan Bintang

Kapen Koops TNI Habema Letkol (Inf) M. Wirya Arthadiguna.
Kapen Koops TNI Habema Letkol (Inf) M. Wirya Arthadiguna. (Foto: Dok. Koops TNI Habema)

Jakarta, IDM – Komando Operasi (Koops) TNI Habema bersama aparat kepolisian mengevakuasi para pendulang emas dari Kampung Kawe, Distrik Awimbon, Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.

Evakuasi itu dilakukan setelah Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap XVI Yahukimo menyerang para pendulang emas pada Rabu (20/5). Serangan tersebut menewaskan delapan pendulang emas.

Dalam proses evakuasi, 44 warga beserta lima awak long boat tiba dengan selamat di Pelabuhan Tanah Merah, Boven Digoel, Minggu (24/5). Para pendulang emas dievakuasi menggunakan tiga long boat dari Kampung Kawe, Distrik Awimbon.

Baca Juga: Brigjen TNI Wulang Nur Yudhanto Jabat Pangdivif 3 Kostrad

Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol (Inf) M. Wirya Arthadiguna menyampaikan bahwa evakuasi tersebut dilakukan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat sipil yang terdampak situasi gangguan keamanan di wilayah pedalaman Papua Pegunungan.

“Koops TNI Habema bersama aparat terkait terus berupaya memastikan situasi keamanan tetap kondusif serta meningkatkan langkah-langkah pengamanan guna mencegah terjadinya gangguan keamanan lanjutan, maupun tindakan kekerasan yang menghilangkan nyawa terhadap masyarakat sipil oleh kelompok separatis bersenjata OPM,” ujar Wirya dalam keterangan tertulis, Senin (25/5).

Selain evakuasi, personel Koops TNI Habema bersama aparat gabungan juga terus meningkatkan patroli dan pemantauan situasi keamanan di sejumlah wilayah rawan guna memberikan rasa aman ke masyarakat.

Baca Juga: Enam Pemimpin Indonesia Lulusan Seskoad, Ada Wapres hingga Presiden

Wirya mengatakan, serangan OPM itu berdampak terhadap aktivitas dan mobilitas masyarakat di wilayah Pegunungan Bintang dan sekitarnya.

“Oleh karena itu, Koops TNI Habema bersama aparat terkait terus memperkuat koordinasi dalam rangka menjaga stabilitas keamanan wilayah,” kata Wirya.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.