HANKAM

Koops Habema Bertransformasi jadi Koops TNI Papua, Dipimpin Mayjen Ahmad Fikri

Koops Habema
Koops TNI Papua melaksanakan pendekatan teritorial. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – Komando Operasi (Koops) Habema kini bertransformasi menjadi Koops TNI Papua. Akun Instagram resmi Koops Habema kini juga berganti nama menjadi Koops TNI Papua, dengan logo yang sama.

Kepala Penerangan Koops TNI Papua Letkol (Inf) Wirya Arthadiguna mengonfirmasi adanya perubahan nama tersebut.

“Koops Habema sekarang di bawah Koops TNI Papua,” kata Wirya kepada Indonesia Defense Magazine (IDM), Selasa (10/3).

Baca Juga: Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Tanam 2.000 Pohon Mangrove di Sepanjang Pantai Oepoli

Koops Habema sebelumnya dipimpin Mayor Jenderal Lucky Avianto yang juga menjabat Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) XXIV/Mandala Trikora.

Kini, Koops TNI Papua dipimpin Mayjen Ahmad Fikri Musmar sebagai Panglima Koops. Ahmad Fikri juga merupakan Panglima Divisi Infanteri 1/Komando Cadangan Strategis TNI AD (Kostrad).

Instruksi penyempurnaan Koops Papua

Sebelumnya, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin ingin komando operasi di Papua terus disempurnakan. Instruksi itu disampaikan Menhan Sjafrie saat menyaksikan penghargaan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) kepada Satgas Rajawali dan Koops Habema di Timika, Mimika, Papua Tengah, 2 Januari 2026.

Baca Juga: Dari Kopassus ke Bintang Tiga, Lucky Avianto Dipercaya Pimpin Pertahanan Indonesia Timur

“Komando operasi yang ada di Papua akan kita sempurnakan agar menjadi komando operasi yang andal dan komando operasi yang mempunyai kapasitas teritorial, tempur, dan juga intelijen serta administrasi,” kata Sjafrie di hadapan pimpinan TNI dan personel Satgas.

Menhan RI mengatakan, tidak ada jalan lain bagi TNI, selain terus meningkatkan kemampuan pertahanan di daerah operasi. Sjafrie menyebut Presiden RI Prabowo Subianto menyetujui penyempurnaan koops di Papua.

“Jadi Panglima TNI, apa yang sudah diusulkan kepada Bapak Presiden ini sudah disetujui dan pada 2026 ini kita segera, kita segera. Tidak ada lagi waktu menunggu, kita harus bekerja keras untuk meningkatkan kualitas komando operasi yang ada di sini, termasuk yang ada di perbatasan,” ucap Menhan RI. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.