Kontingen Kopassus Juarai Parade dan Defile HUT ke-79 TNI

Jakarta, IDM – Kontingen Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD menjuarai Parade dan Defile HUT ke-79 TNI di Monas, Sabtu, (5/10).
Hal ini diketahui dari postingan instagram resmi Penkopassus, dilihat Sabtu, (5/10).
"We Are The Champion! Kontingen Kopassus menjadi Juara 1 dalam kegiatan Parade dan Defile HUT Ke-79 TNI Tahun 2024. Berani-Benar-Berhasil. TNI PRIMA, KOMANDO," tulis postingan Penkopassus.
Baca Juga: Upacara HUT Ke-79 TNI di Jayapura, Prajurit Terima Satya Lancana 8, 16 dan 24
Kemenangan Kopassus ini pun disambut positif masyarakat. Mereka membanjiri kolom komentar mengucapkan selamat.
"Alhamdulillah, selamat buat Tim Kopassus.. Usaha tidak akan menghianati hasil," tulis akun @yuni180672.
"Juara bertahan dari tahun ke tahun," tambah akun @simunggaran22.
Baca Juga: Situasi Konflik, Prajurit di Lebanon Rayakan HUT ke-79 TNI di Dalam Shelter
"Komando selalu dihati..❤️," tulis akun @fhanydwintasari.
Untuk diketahui, dalam upacara Parade dan Defile HUT ke-79 TNI Tahun 2024 ini TNI mengerahkan 30.206 personel pasukan dan 521 Alutsista dan 145 unit kendaraan klasik dan moge. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































