Andalkan Sistem MALI, Cara Koarmada III Lacak Anomali Kapal di Perairan Timur

Jakarta, IDM – Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) Koarmada III terus mempertajam pengawasan di perairan timur Indonesia. Mereka melatih personel khusus untuk mengoperasikan sistem Monitoring dan Analisa Laut Indonesia (MALI).
Langkah ini menjadi upaya Koarmada III untuk menutup celah keamanan di laut. Mereka ingin memastikan setiap jengkal perairan terpantau lewat teknologi analisis data yang akurat.
Kepala Puskodal Armada III, Letkol Laut (P) Iwan Febriawan Effendi, membuka langsung pelatihan strategis ini di Markas Puskodal, Sorong, Papua Barat Daya, Senin (9/2). Iwan menjelaskan, pihaknya sengaja mengumpulkan perwakilan satuan kerja jajaran Koarmada III untuk mengasah kemampuan teknis ini.
Baca Juga: Kapal Perang TNI AL dan Singapura Adu Manuver Taktis di Laut Natuna
Menurut Iwan, penguasaan sistem MALI sangat vital. Ia menekankan, personel harus mahir menggunakan sistem ini sebagai "mata" utama dalam memantau situasi laut yang dinamis.
"Pelatihan ini bertujuan mendongkrak kemampuan personel. Kami ingin mereka ahli mengoperasikan sistem MALI sebagai sarana pendukung utama dalam memonitor dan menganalisa situasi laut," ujar Iwan, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada III.
Iwan memaparkan detail materi yang bakal para peserta pelajari. Fokus utamanya bukan hanya sekadar melihat layar monitor, tapi bagaimana mereka bisa membaca data dan menemukan keanehan (anomali) kapal yang melintas.
"Materi pelatihan ini memfokuskan peserta pada penguasaan dasar sistem. Mereka harus mampu menyusun data awal anomali kapal serta meningkatkan kecepatan dan ketelitian saat menganalisis informasi maritim," terang Iwan.
Baca Juga: KSAD di Istana: Arahan Presiden jadi Momentum Evaluasi Kinerja TNI-Polri untuk Rakyat
Lebih lanjut, Iwan menyebut kegiatan ini merupakan implementasi langsung dari arahan Panglima Koarmada III Laksamana Muda Dato Rusman. Pimpinan menginginkan setiap satuan mampu membangun kesadaran situasional maritim (Maritime Situational Awareness) secara optimal.
Iwan berharap, lewat pelatihan ini, Koarmada III memiliki tim pemantau yang jeli dan tidak gampang kecolongan.
"Kami berharap pelatihan ini mencetak pengawak monitoring laut yang profesional, disiplin, dan bertanggung jawab. Dengan begitu, mereka bisa mendukung pengendalian operasi laut Koarmada III secara efektif dan berkelanjutan," pungkas Iwan. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































