HANKAM

Kompetisi TNI AL Maritime Hackathon 2021 Cetak MURI

Kompetisi TNI AL Maritime Hackathon 2021 Cetak MURI
/Dok. Dinas Penerangan Angkatan Laut

JAKARTA (IDM) - Kompetisi Pembinaan Pembentukan Karakter Maritim (PPKM)-Maritime Hackathon 2021 yang digelar TNI Angkatan Laut bekerja sama  denganTelkom University dan TemanSiswa.com mendapat penghargaan MURI (Museum Rekor-Dunia Indonesia) kategori kompetisi Hackathon pertama di atas kapal perang. 

Penghargaan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Direktur Operasi MURI Jusuf Ngadir kepada Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono, S.E., M.M, Selasa (6/4/2021), di Kapal perang KRI Usman Harun-359 yang sandar di Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok.

Penghargaan ini diserahkan pada kegiatan babak final Maritime Hackathon 2021  yang diikuti 10 peserta terbaik dari 100 tim yang berlaga berasal dari berbagai unsur masyarakat seperti pelajar, mahasiswa, dan profesional dari berbagai daerah se-Indonesia. Dalam proses seleksi, setelah melalui tahap verifikasi, 89 peserta lolos dalam semifinal, selanjutnya terpilih 10 peserta dan dimulai sejak 18 Februari 2021.

Setelah melalui proses penjurian dari akademisi, praktisi industri IT, dan anggota TNI AL diputuskan para pemenang sebagai berikut: 

Juara pertama tim Gaspol dengan karya Fismart. Juara kedua tim Chi Square dengan karya SEAPORT (Smart Integrated System for Maritime Report). Juara ketiga  tim Garamin dengan karya Garamin. Harapan I diraih tim Kojor dengan karya Ekan sebagai perencanaan kontingensi terbaik. Harapan II tim Ceria dengan karya Terasera sebagai dampak ekonomi terbaik. Harapan III tim GeoLabX dengan karya USV Sea Sensor Monitoring sebagai optimalisai hardware terbaik.

Pada kesempatan ini para pemenang mendapatkan hadiah langsung dari Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono, S.E., M.M., 

Wakasal dalam sambutannya membacakan amanat KSAL Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., yang mengatakan bahwa TNI AL telah memfasilitasi penyelenggaraan acara bertemakan kemaritiman sebagai pengejawantahan dari arah kebijakan pemerintah berkaitan dengan pengelolaan sumber daya nasional untuk kepentingan pertahanan negara. Ini demi terciptanya masyarakat yang berkarakter maritim sebagai benih terbentuknya komponen cadangan dan komponen pendukung pertahanan negara.

Kegiatan PPKM-Maritime Hackathon ini diselenggarakan  Dinas Pembinaan Potensi Maritim TNI AL (Dispotmaral) bekerja sama dengan Telkom University dan TemanSiswa.com sebagai wujud pembinaan potensi masyarakat guna meningkatkan sinergitas dan kolaborasi dengan berbagai komponen masyarakat sehingga outputnya secara strategis bisa membentuk karakter maritim anak bangsa. (wan)

Kompetisi TNI AL Maritime Hackathon 2021 Cetak MURI
/Dok. Dinas Penerangan Angkatan Laut.
PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.