Komitmen TNI AU untuk Ketahanan Pangan, Lanud Leo Wattimena Bangun Aviary Farm

Jakarta, IDM – TNI terus bergerak dalam komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional. Baru-baru ini, Lanud Leo Wattimena mendirikan aviary farm (budidaya burung). Pembukaan aviary tersebut dipimpin langsung oleh Asisten Personel Kepala Staf Komando Operasi Udara Nasional, Marsma TNI Somad di Morotai Selatan, Maluku Utara, Rabu (7/5).
Pembangunan aviary ini, menurut Somad selain menjadi simbol ketahanan pangan juga sarana edukatif yang memperkuat kapasitas memperkuat kapasitas sumber daya manusia prajurit dan keluarga. Program ini juga diharapkan menjadi motor penggerak pemberdayaan ekonomi internal satuan serta pelestarian unggas hias dan konsumsi.
Baca Juga: Daftar Lengkap 22 Pati TNI AD yang Naik Pangkat
“Melalui pemanfaatan potensi lokal dan semangat kolaboratif, aviary farm dapat menjadi tempat pembelajaran dan pelatihan yang langsung berdampak pada ketahanan pangan satuan serta kesejahteraan keluarga prajurit,” ujarnya dalam rilis yang diterima Jumat (9/5).
Keberadaan fasilitas ini mencerminkan implementasi nilai-nilai TNI AU AMPUH (Adaptif, Modern, Profesional, Unggul dan Humanis) yang secara konsisten digelorakan oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono dalam membangun satuan yang produktif, sejahtera, dan berdaya saing tinggi menghadapi tantangan nasional di masa mendatang.
Baca Juga: TNI dan Timor Leste Gelar Latma SMEE-CIMIC 2025
Aviary didesain tidak hanya sebagai unit peternakan unggas semata, tetapi juga sebagai model pembelajaran berkelanjutan dan penguatan ketahanan satuan. (nhn)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































