Komitmen TNI AD, Prioritaskan Pembelian Alutsista Dalam Negeri

Jakarta, IDM – TNI AD memastikan untuk komitmen memprioritaskan pembelian produk dalam negeri termasuk alutsista.
Hal ini dipastikan dengan kegiatan pertemuan Wakil Asisten Perencanaan dan Anggaran (Waasrena) KSAD Bidang Pengendalian, Brigjen TNI Parlindungan Hutagalung dengan Inspektur V Itjen Kemhan RI, Brigjen TNI Edi Sutjipto beserta tim, dalam Entry Meeting Monitoring dan Evaluasi (Monev) program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Semester II Tahun 2024, di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta Pusat, Senin (9/12).
Program P3DN sendiri merupakan salah satu fokus utama pemerintah, yang bertujuan untuk memberdayakan industri dalam negeri, memperkuat ekonomi nasional, serta mengurangi ketergantungan pada produk impor dalam pengadaan barang atau jasa di lingkungan pemerintahan.
Baca Juga: Dipimpin KSAU, TNI AU Gelar Rapat Evaluasi Program Kerja Tahun 2024
Dalam sambutannya, Brigjen Parlindungan menyampaikan tindak lanjut TNI AD atas Keputusan Menhan RI di tahun 2022, terkait perubahan tin P3DN di lingkungan Kemhan dan TNI.
“Tindak lanjutnya, KSAD menetapkan pembagian tugas dalam tiga kelompok, yaitu tim pengarah, tim monitoring dan evaluasi, serta tim penilai perbedaan penafsiran Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN),” ungkapnya.
Sementara itu, Brigjen Edi Sutjipto menekankan bahwa P3DN adalah strategi penting untuk mendorong kemandirian ekonomi nasional. Implementasi program ini di lingkungan Kemhan dan TNI, diantaranya dengan menjaga komitmen untuk memprioritaskan pembelian produk dalam negeri, identifikasi potensi belanja, serta optimalisasi penggunaan anggaran dalam negeri untuk pengadaan Alutsista.
Baca Juga: Rotasi 92 Pati TNI AL, Komandan Puskopaska dan Gubernur AAL Berganti
“Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk memperkuat industri pertahanan nasional, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi ketergantungan pada produk impor,” jelas Brigjen Edi.
Sebagai informasi, di tahun 2023, Kemhan dan TNI mencatatkan pencapaian luar biasa dengan nilai kepatuhan pelaksanaan P3DN tertinggi dibandingkan kementerian/lembaga pemerintah lainnya. Keberhasilan ini menjadi bukti konkret komitmen pimpinan Kemhan dan TNI dalam mendukung program pemerintah sekaligus menjadi inspirasi bagi kementerian/lembaga lain. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































