HANKAM

Kombinasi Helikopter Panther dan N-Bell 412, Penerbang TNI AL dan Kopaska Simulasi Operasi Khusus

helikopter
Penerbang TNI AL dan Kopaska melakukan latihan simulasi infiltrasi menggunakan teknik fast rope (turun cepat) dari helikopter N-Bell 412 di Lanudal Juanda, Sidoarjo, Rabu (14/10). (Foto: Dok. Puspenerbal)

Jakarta, IDM – Dua unit helikopter andalan TNI AL bergemuruh di udara, menurunkan pasukan elite secara senyap menggunakan teknik fast rope, turun cepat dari helikopter menggunakan tali tambang khusus, di shelter helikopter Lanudal Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur.

Simulasi operasi khusus yang melibatkan kerja sama antara penerbang TNI AL dan prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) Koarmada II ini dirancang untuk memantapkan kemampuan infiltrasi, penyusupan senyap, hingga evakuasi medis darurat di medan pertempuran, Rabu (14/10).

Baca Juga: Resmi Jabat Pangkostrad, Letjen TNI Iwan Setiawan Beri Arahan kepada Seluruh Prajurit Kostrad

Latihan gabungan ini mengerahkan helikopter serbu N-Bell 412 dari Skuadron Udara 400 serta helikopter antikapal selam AS 565 MBe Panther dari Skuadron Udara 100 Wing Udara 2 Puspenerbal. Perpaduan dua jenis alutsista udara ini diuji untuk memastikan kesiapan penuh kru dalam mendukung operasi tempur, baik pada siang hari maupun malam hari.

Selain teknik fast rope, materi latihan mencakup stabo (extracted rope system) yaitu sistem evakuasi personel menggunakan tali khusus dari area sempit) serta evakuasi medis udara untuk menyelamatkan korban di medan laga.

Komandan Wing Udara 2 Puspenerbal Kolonel Laut (P) Oscar Johanes Novie menjelaskan, latihan terpadu ini menjadi kunci utama dalam merawat insting tempur para penerbang sekaligus menguji keandalan mesin di lapangan.

Baca Juga: Tuntas Evakuasi KMP Virgo, KSAL Anugerahi Penghargaan untuk Prajurit TNI AL

"Pelatihan ini bertujuan memantapkan profesionalisme penerbang, keterampilan kru udara, keandalan alutsista, serta koordinasi antara unsur udara dan prajurit Kopaska guna mendukung pelaksanaan tugas operasi TNI AL secara efektif dan aman," ujar Osca, dikutip dari keterangan Dispen Puspenerbal, Senin (19/10).

Oscar juga menekankan kepada seluruh prajurit agar konsisten merawat kesiapan alutsista dan menjalankan latihan secara berkala dengan tetap memegang teguh standar keselamatan terbang dan kerja.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.