Komandan Pusat Kesenjataan Arhanud Tinjau Perbatasan RI-Malaysia, Ada Apa?

Jakarta, IDM – Sebagai seorang prajurit penting untuk menjaga disiplin, profesionalisme, dan kehormatan.
Ungkapan tersebut ditegaskan Komandan Pusat Kesenjataan Arhanud (Danpussenarhanud), Mayjen TNI R. Edi Setiawan saat melaksanakan pengendalian, pengawasan, dan evaluasi (Dalwasev) Satgas Ops DN ke Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarhanud, Rabu (5/11).
Baca Juga: Rotasi 57 Jabatan Perwira Tinggi TNI: Dua Pangdam dan Askomlek KSAL Berganti
“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, jaga nama baik satuan, dan teruslah menjadi prajurit Arhanud Kostrad yang dicintai rakyat,” pesannya dalam siaran pers yang diterima, Kamis (6/11).
Selain memberikan arahan kepada para prajurit perbatasan, Danpussenarhanud turut meninjau kegiatan sunat massal, pembagian bantuan sosial, serta pemeriksaan dan pengobatan kesehatan gratis bagi masyarakat Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
Baca Juga: 10 Jaksa Agung Muda Dapat Brevet Kehormatan Kavaleri dari Marinir TNI AL
Sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, Danpussenarhanud juga melaksanakan penanaman pohon durian di area sekitar pos Satgas.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama peninjauan Pos Panga yang memiliki sejarah besar bagi Yonarhanud 1 Kostrad dalam pertempuran Dwikora tahun 1965. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































