HANKAM

Kolonel Wirastyo Sah Pimpin KRI Brawijaya-320 Gantikan John Nalasakti

John David Nalasakti Sondakh dan Wirastyo Haprabu
Komandan KRI Brawijaya-320 diserahkan dari Kolonel Laut (P) John David Nalasakti Sondakh ke Kolonel Laut (P) Wirastyo Haprabu di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (25/3). (Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Jakarta, IDM – Nakhoda KRI Brawijaya-320 resmi berganti. Kolonel Laut (P) Wirastyo Haprabu kini sah menjabat Komandan kapal perang termodern milik TNI AL tersebut, menggantikan Kolonel Laut (P) John David Nalasakti Sondakh.

Prosesi serah terima jabatan (sertijab) berlangsung khidmat di atas geladak helikopter KRI Brawijaya-320, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (25/3). Momen ini sekaligus menandai tuntasnya masa tugas John Nalasakti yang mencatatkan sejarah sebagai komandan pertama sejak kapal asal Fincantieri, Italia ini resmi dikukuhkan pada Juli 2025 lalu.

Komandan Satuan Kapal Eskorta (Dansatkor) Koarmada II Kolonel Laut (P) Adam Tjahja Saputra, memimpin langsung upacara sertijab tiga unsur Satkor sekaligus. Selain KRI Brawijaya-320, pergantian pimpinan juga terjadi di KRI I Gusti Ngurah Rai-332 dan KRI Yos Sudarso-353.

Baca Juga: Letjen Richard Tampubolon Ditunjuk jadi Pjs Kabais TNI

Dalam amanatnya, Adam menjelaskan rotasi ini bertujuan menjaga ritme organisasi agar tetap lincah.

"Serah terima jabatan merupakan bagian penting dari pembinaan personel. Langkah ini memberikan ruang bagi para perwira untuk melahirkan ide-ide kreatif guna mendongkrak kinerja organisasi," ujar Adam, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Jumat (27/3).

John David Nalasakti Sondakh dan Wirastyo Haprabu
(Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Ia juga berpesan agar para komandan baru segera "tancap gas" menjaga kehormatan jabatan di kapal-kapal strategis tersebut.

Baca Juga: Latihan Berganda, Wingdik 400/Matukjur Tempa Ratusan Siswa Setukba A-49 jadi Bintara Tangguh dan Profesional

"Jaga amanah ini karena merupakan kehormatan dan kebanggaan. Manfaatkan kesempatan ini untuk terus mengembangkan wawasan dan pengalaman selama berdinas," tambahnya.

KRI Brawijaya-320 merupakan kapal jenis Pattugliatore Polivalente d'Altura (PPA) yang kini menyandang status sebagai salah satu fregat terbesar di Asia Tenggara. Memiliki panjang 143 meter dan lebar 16,5 meter, kapal ini mampu melesat hingga kecepatan 32 knots berkat mesin pendorong kombinasi diesel dan gas turbin (CODAG).

Tak hanya gagah secara dimensi, KRI Brawijaya-320 dipersenjatai teknologi mematikan, mulai dari meriam utama Oto Melara 127 mm Vulcano, meriam 76 mm Strales, hingga 16 peluncur rudal vertikal (VLS) Aster 30. Kapal ini dirancang untuk menghadapi peperangan empat dimensi, yakni anti-udara, anti-kapal permukaan, anti-kapal selam, dan peperangan elektronika.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.