HANKAM

Kolonel TNI AU Rampungkan Pendidikan Setara Lemhannas di Pakistan, Raih Gelar Master

Kolonel Lek Agus Himawan
Kolonel Lek Agus Himawan berhasil menyelesaikan pendidikan di Pakistan dengan meraih gelar Master in National Security and Strategic Studies (MNSS) pada Regular Course ke-39. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Kolonel Lek Agus Himawan berhasil menyelesaikan pendidikan di Pakistan dengan meraih gelar Master in National Security and Strategic Studies (MNSS).

Perwira menengah (Pamen) TNI AU itu tercatat mengikuti program Regular Course ke-39 di Air War College (AWC), Karachi, selama 11 bulan, mulai 2 Agustus 2025 hingga 2 Juli 2026. Program pendidikan yang setara dengan Lemhannas itu diikuti oleh 119 peserta, termasuk 32 perwira internasional dari Bahrain, Bangladesh, Cina, Yordania, Arab Saudi, Malaysia, Nigeria, Afrika Selatan, Turki, Rwanda, Zimbabwe, dan Yaman.

Baca Juga: Apa Peran TNI dalam Satgas PKH, Ini Penjelasannya

Selama mengikuti pendidikan, para peserta memperoleh pembekalan komprehensif di bidang keamanan global dan kerja sama, kepemimpinan dan manajemen, serta kajian kebijakan dan strategis.

Kolonel Lek Agus Himawan
Kolonel Lek Agus Himawan (kiri), perwira TNI Angkatan Udara yang berhasil menyelesaikan pendidikan di Air War College, Pakistan. (Foto: Dok. Dispenau)

Selain itu, program pendidikan yang sama mencakup National Security and Development Studies (NDS) dan Global Security and Development Studies (GDSS) sebagai bagian dari penguatan wawasan strategis para perwira.

Keikutsertaan Kolonel Lek Agus di Air War College Pakistan merupakan bagian dari upaya TNI Angkatan Udara (TNI AU) untuk terus meningkatkan kompetensi prajurit melalui pendidikan.

Baca Juga: Arti Nomor pada Lambung KRI, Menandakan Jenis Kapal TNI AL

“Keberhasilan meraih gelar Master in National Security and Strategic Studies (MNSS) menjadi wujud komitmen TNI Angkatan Udara dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan,” tutur Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, dikutip dari siaran pers Dispenau, Sabtu (4/7).

Nyoman menambahkan, pencapaian perwira lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1996 tersebut juga sejalan dengan semangat TNI AU AMPUH (Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis) yang diinisiasi oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.