HANKAM

Kolonel TNI AU Berhasil Tuntaskan Pendidikan Setingkat Lemhannas di Thailand

Kolonel Lek Iwan Rudiwan
Kolonel Lek Iwan Rudiwan yang berhasil menyelesaikan pendidikan Air War College (AWC) Angkatan ke-60 di Thailand. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Kolonel Lek Iwan Rudiwan menambah deretan nama perwira menengah TNI Angkatan Udara (TNI AU) yang berhasil menyelesaikan pendidikan militer di tingkat internasional.

Arbituren Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1996 tersebut baru saja menuntaskan pendidikan Air War College (AWC) Angkatan ke-60 di Thailand dengan predikat sangat memuaskan.

Baca Juga: TNI AD Gagalkan Penyelundupan Narkoba di Perbatasan, Total 16,4 Kg Sabu

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI I Nyoman Suadnyana mengatakan, keikutsertaan Iwan dalam pendidikan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) TNI AU, khususnya dalam aspek wawasan dan kepemimpinan strategis.

Air War College (AWC) Angkatan ke-60
Penutupan pendidikan Air War College (AWC) Angkatan ke-60 di Thailand. (Foto: Dok. Dispenau)

Pengalaman pendidikan di lingkungan militer internasional diharapkan dapat mendukung pembentukan SDM TNI AU yang adaptif, modern, dan profesional. “Capaian tersebut turut memperkuat kualitas SDM TNI AU melalui pengembangan wawasan dan kepemimpinan untuk mendukung TNI Angkatan Udara yang adaptif, modern, dan profesional,” jelas Nyoman, dikutip dari siaran pers Dispenau, Senin (28/9).

Baca Juga: Yonif 431 Kostrad dan Briged 10 Para Gelar Latma Malindo 2026 di Malaysia

AWC merupakan pendidikan strategis setingkat Lemhannas. Pada angkatan ke-60, pendidikan tersebut diikuti 87 peserta, termasuk Kolonel Lek Iwan dan seorang perwira dari Malaysia. Untuk dapat mengikuti pendidikan tersebut, Iwan terlebih dahulu menjalani pendidikan bahasa Thailand selama delapan bulan di Royal Thai Air Force Language Center, Don Mueang, Bangkok.

Setelah menyelesaikan pendidikan bahasa, Iwan mengikuti pendidikan AWC selama 11 bulan, terhitung sejak 20 Oktober 2025 hingga 23 September 2026. Selama pendidikan, ia bersama peserta lainnya mempelajari berbagai materi yang berorientasi pada penguatan kemampuan kepemimpinan dan pemikiran strategis, antara lain Leadership and Strategic Management, National Security and Security Strategy, Military and Joint Operations, serta penyusunan Research Paper. Rangkaian pendidikan AWC Angkatan ke-60 kemudian ditutup oleh Chairman of RTAF Advisory Board Air Chief Marshal (ACM) Suppacai Silinil pada Rabu (23/9).

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.