HANKAM

Kolonel Pnb Agung Sasongkojati, Penerbang Tempur F-16 yang Kini Jabat Kadispenau

Agung Sasongkojati, Indan Gilang
Kolonel Pnb Agung Sasongkojati (kiri) dan Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah (kanan) usai acara pisah sambut Kadispenau. (IDM/Nurhidayat Nasution)

Jakarta, IDM - Kolonel Pnb Agung Sasongkojati kini mengemban amanat baru sebagai Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) pasca rotasi jabatan yang termuat dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/426/IV/2023 tanggal 27 April 2023 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia.

Dengan jabatan baru sebagai Kadispenau, nantinya Kolonel Pnb Agung Sasongkojati akan menyandang pangkat bintang satu menjadi Marsekal Pertama (Marsma).

Usai ditunjuk sebagai Kadispenau, Agung mengungkapkan dirinya siap membantu media untuk mendapatkan berita akurat dan terkini mengenai TNI Angkatan Udara (TNI AU).

Baca Juga: KSAD Dampingi Menhan Prabowo Tinjau Kesiapan Operasi Yonif 330/Tri Darma Ke Papua

“Berita itu juga diharapkan bisa mencerdaskan bangsa dan saya akan meneruskan apa yg sudah dilakukan oleh Pak Indan untuk menjaga nama baik angkatan udara,” ungkap Kolonel Pnb Agung kepada awak media usai acara pisah sambut Kadispenau yang digelar di Gedung Ardhya Loka, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (11/5).

Sebelum menjabat sebagai Kadispenau, Agung sempat mengisi jabatan sebagai Paban II Spotdirga TNI AU sekaligus sebagai Kepala Unit Drone FASI (Federasi Aero Sport Indonesia). Ia merupakan penerbang pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dengan call sign “Sharky”.

Dikutip dari berbagai sumber, Kolonel Pnb Agung juga tercatat pernah menjadi fighter weapon instructor pada tahun 1999 dan mengikuti Royal Australian Air Force (RAAF) Central Flying School pada 1995.

Baca Juga: Pisah Sambut Kadispenau, Marsma TNI Indan Gilang kepada Awak Media: Terima Kasih Atas Kerja Samanya

Agung kemudian menjalani pendidikan setingkat Lemhannas di U.S Air War College (AWC), Maxwell AFB, Montgomery Alabama selama setahun dan lulus dengan hasil memuaskan. Sebagai lulusan AWC program master, Kolonel Agung juga berhak menyandang gelar Master of Strategic Studies dengan spesialisasi Strategi Keamanan Nasional.

Gelar ini menjadi raihan gelar master keduanya setelah sebelumnya meraih gelar Master of Military Operational Arts and Science pada saat mengikuti pendidikan U.S Air Command & Staff College, Maxwell AFB pada tahun 2005. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.