Kolonel Marinir Ini Bedah Taktik Kontra-Terorisme ASEAN di Forum Pertahanan Beijing

Jakarta, IDM – Perwira Korps Marinir bikin bangga Indonesia di panggung militer internasional. Kolonel (Mar) Yudo Herdyanto sukses menyabet penghargaan karya ilmiah terbaik (outstanding paper) dalam forum pertahanan dunia yang berlangsung di Beijing, Cina.
Perwira menengah lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan XLV tahun 1999 tersebut meraih penghargaan tertinggi lewat analisis tajam mengenai peta keamanan Asia Tenggara. Yudo membedah idenya dalam acara 'The 9th International Defense Forum' yang diselenggarakan oleh National Defense University of the People's Liberation Army, Beijing, Jumat (26/6).
Dalam forum tersebut, Yudo mempresentasikan karya akademis berjudul "From Lone Wolf to Regional Resilience: Assessing Southeast Asia's Counter-Terrorism Cooperation in an Era of Evolving Threats". Melalui tulisan itu, ia mengupas tuntas pentingnya penguatan kolaborasi antarnegara Asia Tenggara dalam membendung aksi terorisme mandiri (lone wolf) serta membangun ketahanan kawasan dari gempuran ancaman global yang terus bermutasi.
Presentasi berbobot ini langsung memikat perhatian para pakar militer dunia yang hadir di Beijing. Saat ini, Yudo sendiri memang sedang merampungkan pendidikan militer 50th Defence and Strategic Studies Course di universitas pertahanan milik militer Cina tersebut.
Capaian internasional ini menjadi bukti nyata, sumber daya manusia TNI AL mampu bersaing di tingkat global melalui kontribusi akademik serta pemikiran strategis di bidang pertahanan.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma TNI Tunggul, mengatakan torehan ini memperkuat posisi tawar akademis militer Indonesia di mata dunia.
"Prestasi tersebut menjadi bukti nyata kualitas sumber daya manusia TNI AL yang mampu bersaing di tingkat global, melalui kontribusi akademik serta pemikiran strategis di bidang pertahanan. Keberhasilan ini sekaligus semakin memperkuat citra Indonesia dalam forum-forum pertahanan internasional," ujar Tunggul, dikutip dari keterangan Dispenal, Senin (29/6).
Baca Juga: Resmikan Jembatan Perintis Garuda, Panglima Divif 2 Kostrad: Simbol Kemanunggalan TNI dengan Rakyat
Tunggul menambahkan, kesuksesan ilmiah di Cina ini merupakan buah dari komitmen jangka panjang institusi. TNI AL terus menempa para perwira agar memiliki wawasan global yang tajam.
"Capaian tersebut sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali yang terus mendorong terwujudnya prajurit TNI AL yang profesional, unggul, adaptif, berintegritas, serta mampu berkiprah di tingkat internasional untuk mendukung kemajuan TNI AL dan kepentingan nasional," pungkas Tunggul.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































