Kolonel Inf Nur Wahyudi, Komandan Sat 81 Kopassus yang Jadi Komandan Upacara HUT ke-79 IKN

Jakarta, IDM – Hari ini, Sabtu, (17/8/2024) Kolonel Inf Nur Wahyudi sukses menjalankan tugasnya menjadi Komandan Upacara HUT ke-79 RI di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dilansir dari keterangan Penkopassus, dikatakan prajurit Kopassus akan selalu memberikan karya terbaiknya, menjadi Garda Terdepan dalam Mengawal Merah Putih untuk tetep berkibar di langit tertinggi Indonesia.
Baca Juga: Dipimpin Aslog KSAU, TNI AU Gelar Rakor Penyiapan Pesawat TNI AU Jelang HUT ke-79 TNI
Dikatakan pula, selain Nur ada Kapten Inf Muhammad Zaenuddin Fimansyah yang betugas sebagai Komandan Kompi Paskibraka Cadangan juga turut mensukseskan gelaran upacara tersebut.
"Penghormatan Tertinggi untuk para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia. Kepada seluruh Petugas, Pasukan Upacara, dan Seluruh Prajurit dimanapun berada," tulis keterangan Penkopassus.
Baca Juga: Kunker ke Natuna, Ini Arahan Pangkoopsudnas untuk Jajaran Lanud Raden Sadjad
Nama Kolonel Inf Nur Wahyudi diketahui merupakan jebolan Akademi Militer atau Akmil 2001. Saat ini Kolonel Inf Nur Wahyudi menjabat di satuan elite TNI Angkatan Darat yaitu Komandan Satuan atau Dansat 81 Kopassus. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































