HANKAM

Kolonel Fuad Hasan, Perwira yang Dipercaya jadi Komandan Pertama Calon Kapal Induk Sriwijaya

Mochamad Fuad Hasan
Calon Komandan Kapal Induk Sriwijaya Kolonel (P) Mochamad Fuad Hasan. (IDM/Faisal Ramadhan)

Jakarta, IDM – Kolonel (P) Mochamad Fuad Hasan dipercaya menjadi komandan pertama yang memimpin calon kapal induk pertama Indonesia KRI Sriwijaya-100.

Fuad mengaku tugas tersebut menjadi sebuah kehormatan sekaligus momentum bersejarah dalam perjalanan TNI Angkatan Laut.

Fuad menjadi komandan pertama yang membawa kapal eks-ITS Giuseppe Garibaldi dari Italia menuju Indonesia.

Dalam pelayaran tersebut, ia memimpin kru Indonesia yang tergabung dalam konfigurasi joint crew bersama sekitar 300 kru Angkatan Laut Italia. “Bagi saya ini luar biasa,” kata Fuad.

Baca Juga: Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Masih Berbendera Italia, Resmi jadi KRI Sriwijaya 24 September

Ia mengaku tidak pernah membayangkan ketika masih menjadi taruna Akademi Angkatan Laut bahwa suatu saat Indonesia akan memiliki kapal dengan kemampuan dan konfigurasi seperti kapal yang kini dipersiapkan menjadi KRI Sriwijaya-100.

“Saya dulu Letda, saya lulusan Akademi AL 2002 Angkatan 48, mungkin tidak terbayang pada saat itu saya Letda Angkatan Laut punya kapal induk,” ujarnya.

Fuad mengatakan perjalanan membawa kapal tersebut ke Indonesia menjadi sebuah milestone bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi para personel yang terlibat langsung dalam proses pengawakan kapal.

“Indonesia punya kapal induk, dan sangat tidak terbayangkan saya diberikan kepercayaan, kehormatan dari Angkatan Laut untuk jadi calon pertama komandan kapal induk,” katanya.

Mochamad Fuad Hasan
(IDM/Faisal Ramadhan)

Menurut dia, status kapal tersebut saat ini masih dalam tahap persiapan sebelum secara resmi menjadi KRI Sriwijaya-100. Karena itu, ia menyebut dirinya sebagai calon komandan kapal tersebut.

“Sebentar lagi minggu depan kita akan diresmikan menjadi KRI Sriwijaya, dan ini adalah sejarah milestone yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia,” tutur Fuad.

Ia menegaskan kesiapan kru tidak berhenti setelah kapal tiba di Indonesia. Pengawak kapal akan terus menjalani proses adaptasi dan pelatihan untuk memastikan kapal dapat menjalankan tugas yang diberikan pimpinan.

“Untuk misi apa pun saya siap. Mission first, safety first,” tegasnya.

Fuad mengatakan misi pertama kapal setelah resmi menjadi bagian dari TNI AL masih menunggu keputusan dan program yang telah disiapkan Kementerian Pertahanan serta TNI AL.

Baca Juga: ITS Garibaldi Akhirnya Bersandar di Tanjung Priok, Kapal Legendaris Italia Resmi Masuk Indonesia

“Mau ke Lampung, mau ke Surabaya, kita belum tahu. Saya pribadi, saya belum tahu. Yang jelas bahwa Kemhan, Angkatan Laut sudah merencanakan terkait program kapal ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Ia juga menyebut kapal induk Sriwijaya diproyeksikan memiliki peran penting dalam operasi militer selain perang, khususnya misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

“Sesuai dengan harapan Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, bahwa ini akan digunakan untuk misi kemanusiaan, misi penanggulangan bencana. Ini poin utamanya,” ungkap Fuad.

Menurutnya, kru akan terus dilatih agar kapal berada dalam kondisi siap operasi. “Kita harus siap kapal, apa pun diberikan misi apa pun diberikan oleh pimpinan. Apakah itu misi kemanusiaan, penanggulangan bencana ataupun yang lain, kita akan siap,” pungkasnya.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.