Kolonel CZI Suyatrinu Wardedi Ciptakan Mesin Penyedot Sedimen untuk Sungai Citarum

Jakarta, IDM - Sebuah inovasi kembali diciptakan prajurit TNI, kali ini Komandan Sektor (Dansektor) 18 Kolonel CZI Suyatrinu Wardedi dari Kodam Siliwangi menciptakan mesin penyedot sedimen untuk Sungai Citarum, Jawa Barat.
Dilansir dari siaran pers Kodam Siliwangi, Selasa, (14/2) Kolonel Wardedi mengatakan mesin ini diciptakan untuk mengurangi sedimen di dasar aliran sungai sekaligus mengembalikan keseimbangan ekosistem.
“Mesin penyedot sedimen memanfaatkan 2 mesin diesel bertenaga 24 PK berbahan bakar solar. Mesin tersebut dipasang di atas perahu ponton agar dapat dioperasikan dengan mengikuti aliran sungai," ujar Wardedi.

Dari hasil percobaan yang dilakukan dengan alat penyedot dengan memanfaatkan selang penyedot 1 rol (25 meter, ukuran 4,5 in) mampu menyedot sedimen sebanyak 24 m3 (meter kubik) dalam waktu 1 jam. Mesin tersebut dapat mengurangi pendangkalan sungai sehingga aliran air menjadi lancar.
Wardedi menyebut dalam rangka mengatasi sedimentasi sungai dengan menggunakan mesin penyedot sedimen hasil inovasinya lebih praktis, efektif dan ekonomis jika dibandingkan dengan alat berat seperti Excavator. Pasalnya mesin penyedot menggunakan bahan yang mudah didapat dan membutuhkan biaya yang relatif murah. Siapapun dapat mengoperasikannya tanpa memerlukan keahlian khusus.
“Ke depannya inovasi ini akan dikolaborasikan dengan para pengusaha yang memiliki Pabrik di sekitar aliran Sungai Citarum baik dalam hal pembuatan maupun operasional mesin tersebut,” kata Wardedi.
Baca: KSAD Resmikan Lima Gedung Baru di Kodam II/Sriwijaya dengan Nama Pahlawan dari Sumsel
Inovasi tersebut mendapat apresiasi Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo saat melakukan peninjauan ke Sektor 18 pada Senin (13/2). Pada kesempatan tersebut Pangdam menyaksikan langsung uji coba mesin penyedot sedimen dari Sungai Citarum.
Selain melakukan inovasi mesin penyedot sedimen, Sektor 18 juga memiliki inovasi mesin pengaduk sampah. Terhadap inovasi tersebut akan diajukan hak patennya oleh Pangdam III/Siliwangi kepada Kemenkumham yang telah terjalin kerjasama terkait karya inovatif prajurit siliwangi dan masyarakat Jabar. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































