Kolonel Achmad Fikri Dalimunthe jadi Perwira TNI Pertama Lulusan Yordania

Jakarta, IDM – Prestasi membanggakan diraih Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe. Ia menjadi prajurit TNI pertama yang berhasil menyelesaikan pendidikan di Royal Jordanian National Defence College (RJNDC) Yordania, sekaligus meraih gelar Master in Management and Strategic Studies dengan hasil pendidikan kategori Excellent.
Dilansir dari keterangan Dispenad, Selasa (16/6), Achmad diwisuda langsung oleh Pangeran Faisal bin Al Hussein, adik kandung Raja Yordania Abdullah II. Upacara penutupan pendidikan RJNDC Angkatan ke-23 berlangsung di Amman, Yordania, Senin (15/6).
Baca Juga: 2 Kapal Perang Malaysia KD Kedah-KD Rencong Sandar di Surabaya
Keberhasilan Achmad menuntaskan pendidikan tersebut sekaligus menjadi tonggak sejarah bagi TNI, karena untuk pertama kalinya seorang prajurit TNI mengikuti dan menyelesaikan pendidikan di RJNDC Yordania. Capaian tersebut mencerminkan kualitas sumber daya manusia TNI AD yang mampu bersaing dan berprestasi di lingkungan pendidikan strategis internasional.
Untuk diketahui, di tahun akademik ini, pendidikan RJNDC diikuti 146 peserta yang terdiri atas 76 peserta Yordania dan 70 peserta internasional dari 13 negara sahabat, yaitu Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, Oman, Mesir, Indonesia, Bahrain, Maroko, Pakistan, Amerika Serikat, Jerman, Nigeria, dan Tanzania.
Selain menyelesaikan pendidikan strategis RJNDC, Achmad juga termasuk dalam kelompok peserta yang mengikuti program magister. Dari total 146 peserta, hanya sekitar 70 orang yang mengambil program akademik tersebut dan berhak memperoleh gelar Master in Management and Strategic Studies. Tidak hanya itu, ia juga berhasil meraih Postgraduate Diploma in National Resource Management and Military Sciences (Diploma Pascasarjana Manajemen Sumber Daya Nasional dan Ilmu Militer).
Baca Juga: Jaga Kesiapsiagaan Prajurit, Lanud Sjamsudin Noor Gelar Latihan Menembak Berkala
RJNDC yang sebelumnya dikenal sebagai Royal Jordanian War College (RJWC) merupakan lembaga pendidikan setingkat Lemhannas yang menyiapkan calon pemimpin sipil dan militer pada level strategis nasional. Pendidikan berlangsung selama satu tahun, sejak dibuka pada 29 Juni 2025 lalu.
Pendidikan di RJNDC memberikan bekal signifikan dalam meningkatkan wawasan dan kompetensi personel pada tingkat strategis. Para peserta memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai keamanan nasional, geopolitik, geostrategi, hubungan internasional, manajemen sumber daya nasional, hingga proses perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan strategis dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































