Kolaborasi dengan AU Singapura, Empat Perwira TNI AU Raih Kualifikasi Instruktur UAV

Jakarta, IDM – Empat perwira penerbang pesawat terbang tanpa awak (PTTA) atau drone TNI Angkatan Udara berhasil menyelesaikan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Instructor Course 2026 hasil kerja sama TNI AU dan Republic of Singapore Air Force (RSAF) atau Angkatan Udara Singapura.
Keempat perwira tersebut antara lain Letkol Pnb (N) Muhammad Qorie Prasetya, Kapten Pnb (N) Adi Anugraha, Kapten Pnb (N) Muhammad Zamroni, dan Kapten Pnb (N) Muhammad Irdansyah Wiraguna.
Keempatnya meraih kualifikasi instruktur UAV setelah menyelesaikan pendidikan selama tiga bulan. Penutupan dipimpin Komandan Pusat Pendidikan (Danpusdik) Kodiklat TNI AU Marsma Sapuan bersama Commander UAV Group RSAF SLTC Daren Lin di Jakarta, Jumat (19/6).
Baca Juga: Para Pimpinan Angkatan Laut dan Marinir Indo-Pasifik Kumpul di Hawaii, Bahas Peperangan Modern
“Pendidikan ini merupakan tindak lanjut kerja sama kedua angkatan udara dalam meningkatkan kompetensi instruktur PTTA guna mendukung pengembangan kemampuan operasi udara modern,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsma I Nyoman Suadnyana dalam keterangan tertulis, Minggu (21/6).

Pendidikan yang dijalani keempat perwira tersebut merupakan kualifikasi profesi tertinggi bagi instruktur PTTA dan setara dengan Sekolah Instruktur Penerbang PTTA TNI AU.
Baca Juga: Ada Apa? Sejumlah Kapal Perang hingga Pasukan Khusus RI-Malaysia Mendadak Siaga di Laut Jawa
Pelaksanaan pendidikan terbagi dalam dua fase, yakni fase yang meliputi ground school dengan materi pedagogi, instructor competency, dan crew resource management instructor (CRMI) di Singapura.
Kemudian fase yang mencakup penguatan bina kelas, simulator, dan bina terbang di Skadron Pendidikan (Skadik) 103 di Indonesia.
“Keberhasilan UAV Instructor Course 2026 menjadi wujud eratnya kerja sama TNI AU dan RSAF dalam pengembangan sumber daya manusia sekaligus mendukung percepatan pengembangan doktrin, kurikulum, dan prosedur operasi PTTA TNI AU guna menjawab tantangan operasi udara modern,” kata Kadispenau.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































