HANKAM

Kohanudnas Matangkan Rencana Pembangunan Markas Komando Baru untuk Perkuat Deteksi Dini

Kohanudnas
Kohanudnas mematangkan rencana pembangunan markas komando baru lewat rapat yang dipimpin Panglima Kohanudnas Marsdya TNI Andyawan Martono Putra. (Foto: Dok. Pen Kohanudnas)

Jakarta, IDM – Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) terus mematangkan rencana pembangunan markas komando baru lewat rapat yang dipimpin Panglima Kohanudnas Marsdya TNI Andyawan Martono Putra di ruang rapat Makohanudnas, Jakarta, Kamis (10/9).

Dalam rapat itu, Marsdya Andyawan mengatakan bahwa pembangunan markas komando (mako) baru bukan sekadar pembangunan fisik gedung, tetapi juga investasi strategis untuk meningkatkan efektivitas komando dan kendali pertahanan udara nasional.

“Penguatan kemampuan pertahanan udara nasional tidak hanya membutuhkan kesiapan unsur operasional, tetapi juga dukungan infrastruktur komando yang mampu mengintegrasikan informasi dan pengendalian operasi secara efektif,” kata Andyawan, dikutip dari keterangan pers Penerangan Kohanudnas, Minggu (13/9).

Baca Juga: Serda AMF Tewas Diduga Dianiaya Senior, TNI AU Komitmen Usut Tuntas

Andyawan memastikan, mako baru nantinya akan terintegrasi dengan command, control, communications, computers, intelligence, surveillance, and reconnaissance (C4ISR).

“Mako baru akan memperkuat kemampuan deteksi dini dan penindakan terhadap setiap ancaman di wilayah udara NKRI,” ujar Andyawan.

Pembangunan Makohanudnas yang baru diarahkan agar tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan fasilitas, tetapi mampu menunjang konektivitas informasi, pengambilan keputusan serta penyelenggaraan komando dan kendali secara terpadu.

Rencananya, Makohanudnas yang baru akan dibangun di kawasan Jatimakmur, Bekasi, Jawa Barat.

Baca Juga: TNI AL dan Tim SAR Evakuasi Turis Australia yang Tewas Terjatuh di Pantai Kelingking

Selain itu, Kohanudnas juga akan akan membangun command and control (C2) Pusat Operasi Pertahanan Udara Nasional (Popunas) sendiri.

Sebab, saat ini, Kohanudnas belum memiliki sarana C2 Popunas yang berdiri sendiri sebagai pusat komando dan pengendalian pertahanan udara nasional.

Pelaksanaan fungsi pemantauan, pengendalian, komunikasi operasi, visualisasi situasi udara serta dukungan pengambilan keputusan masih menggunakan sarana C2 yang berada di Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Komando Operasi Udara Nasional (Koopsudnas) secara bersama-sama.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.