HANKAM

Kodiklatau Gelar Rakor Membahas Optimalisasi Pembinaan Drone Nonmiliter di Daerah 3T

Marsdya TNI Arif Mustofa
Marsdya TNI Arif Mustofa memimpin rapat koordinasi tentang “Optimalisasi Pembinaan Drone Non Militer di Daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T)”. (Foto: Dok. Instagram @kodiklatau_info)

Jakarta, IDM – Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Udara (Dankodiklatau) Marsdya TNI Arif Mustofa mengatakan, keterbatasan infrastruktur serta akses di Indonesia, khususnya di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), membuat banyak potensi yang dimiliki oleh negara ini belum bisa dimanfaatkan secara optimal.

“Oleh karena itu drone sipil (nonmiliter) hadir sebagai solusi yang dapat membantu kita untuk membuka akses dan memberdayakan wilayah 3T sehingga potensinya dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam membantu masyarakat di daerah-daerah tersebut,” kata Dankodiklatau dalam sambutannya saat memimpin rapat koordinasi (rakor) Pembinaan Potensi Dirgantara (Babinpotdirga) yang digelar di Makodiklatau, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (21/6).

Baca Juga: KSAD Ajak Seluruh Komponen Bangsa Berantas Judi Online

Dalam rakor yang bertajuk “Optimalisasi Pembinaan Drone Nonmiliter di Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T)”, turut dibahas perihal pentingnya kerja sama serta koordinasi yang erat di antara banyak pihak, termasuk TNI Angkatan Udara (TNI AU); instansi pemerintah terkait; serta sektor swasta untuk mengoptimalkan fungsi serta pembinaan drone nonmiliter di wilayah 3T.

Marsdya TNI Arif Mustofa
Rapat koordinasi tentang “Optimalisasi Pembinaan Drone Non Militer di Daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T)” yang digelar oleh Kodiklatau. (Foto: Dok. Instagram @kodiklatau_info)

Sebagai wadah diskusi dan bertukar pikiran, sejumlah narasumber dihadirkan dalam rakor kali ini. Mereka adalah Aspotdirga KSAU; Kapuspotdirga; Kadiskumau; Kadispenau; Ketua Komite UAV FASI; Ketua Komite Aeromodelling FASI; serta Direkrut Program dan Jawa Post Multimedia.

Melansir keterangan Penerangan Kodiklatau, Sabtu (22/6), kedelapan pembicara tersebut menyampaikan beragam materi, seperti Aspotdirga KSAU yang memaparkan materi tentang pola pembinaan TNI AU terhadap drone nonmiliter; Kapuspotdirga tentang implementasi pembinaan dan pengembangan TNI AU terkait dengan maraknya pengguna drone nonmiliter; serta materi pengoperasian drone, kebijakan dan regulasi yang disampaikan oleh Kadiskumau.

Baca Juga: Tingkatkan Kerja Sama, Panglima TNI Sambangi Markas Angkatan Bersenjata Perancis

Selanjutnya, Kadispenau berbicara perihal publikasi yang telah dilakukan oleh TNI AU terkait maraknya penggunaan drone nonmiliter; dan materi peran FASI dalam membina komunitas drone nasional dengan pembicara yaitu Ketua Komite UAV FASI.

Materi-materi lainnya adalah optimalisasi pembinaan terhadap penggunaan drone nonmiliter di kalangan masyarakat yang dipaparkan oleh Ketua Komite Aeromodelling FASI; serta Direktur Program dan Jawa Post Multimedia berbicara tentang sinergi dalam mempublikasikan penggunaan drone nonmiliter di kalangan masyarakat. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.