HANKAM

Kodiklatal Tetapkan 550 Komcad Matra Laut, Perkuat Sistem Pertahanan Semesta RI

Komandan Kodiklatal Letjen (Mar) Nur Alamsyah
Komandan Kodiklatal Letjen (Mar) Nur Alamsyah resmi menetapkan 550 Komcad Matra laut di Surabaya, Kamis (20/11) sebagai kekuatan pertahanan negara. (Foto: Dok. Kodiklatal)

Jakarta, IDM – Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI AL (Kodiklatal) menetapkan sebanyak 550 anggota Komponen Cadangan (Komcad) Matra Laut 2025. Penetapan dilakukan dalam upacara yang dipimpin Komandan Kodiklatal Letjen (Mar) Nur Alamsyah di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (20/11).

Para Komcad yang ditetapkan hari ini merupakan putra-putri terpilih yang telah menjalani rangkaian pendidikan, pelatihan, dan pembinaan untuk memperkuat sistem pertahanan semesta. Mereka resmi menjadi bagian dari kekuatan pendukung pertahanan negara di bawah payung Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata).

Nur Alamsyah menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Komcad yang telah menyelesaikan pelatihan.

Baca Juga: Gerak Cepat Prajurit TNI AU dalam Operasi Pencarian Korban Longsor di Banjarnegara

“Semangat dan dedikasi yang saudara tunjukkan menjadi inspirasi bagi kita semua. Pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran yang saudara berikan adalah wujud nyata pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujarnya saat membacakan amanat Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, dikutip dari siaran pers Dispen Kodiklatal, Jumat (21/11).

Komandan Kodiklatal Letjen (Mar) Nur Alamsyah
(Foto: Dok. Kodiklatal)

Ia menegaskan pembentukan Komcad menjadi bagian dari pelibatan rakyat dalam pertahanan negara, sesuai prinsip Sishankamrata.

“Pembentukan komcad tidak hanya memperkuat kemampuan pertahanan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kedaulatan dan keutuhan negara merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga negara,” tegasnya.

Baca Juga: Gara-gara Kecelakaan Mobil, Babinsa TNI AD Temukan 90 Ribu Pil Ekstasi di Jalan Tol

Selain itu, Nur Alamsyah mengingatkan penetapan sebagai anggota Komcad bukan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab baru. Oleh karena itu, ia berharap seluruh kemampuan dan nilai yang diperoleh selama pendidikan dapat terus diterapkan baik dalam penugasan maupun kehidupan sehari-hari.

Di akhir amanat, Nur Alamsyahmenyampaikan pesan agar para Komcad terus menjadi teladan dalam disiplin, semangat juang, dan cinta tanah air.

Komcad
(Foto: Dok. Kodiklatal)

“Jadikan momentum ini sebagai peneguhan komitmen untuk memperkuat persaudaraan, memperkokoh semangat kebangsaan, serta berperan aktif sebagai bagian dari pertahanan negara yang tangguh dan bermartabat,” kata Nur Alamsyah.

Baca Juga: Simulasi Gerilya Hadapi Ancaman Laut Cina Selatan

Perjalanan Komcad di Indonesia

Program Komcad mulai berjalan pada 2021. Saat itu, Kementerian Pertahanan menetapkan sekitar 3.103 personel Komcad Matra Darat sebagai angkatan pertama.

Pada 2022, jumlahnya bertambah dengan penetapan sekitar 2.974 Komcad lintas matra (darat, laut, dan udara). Tahun berikutnya, 2023, Kemhan kembali menetapkan 3.745 Komcad baru setelah menjalani Latsarmil.

Memasuki 2024, sebanyak 1.145 mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan) resmi ditetapkan sebagai Komcad Matra Darat setelah menempuh pelatihan dasar militer. Dengan tambahan ini, total Komcad hingga 2024 telah mencapai lebih dari 10 ribu orang, dan menurut catatan publik sudah mencapai sekitar 12 ribu personel dari ketiga matra.

Untuk 2025, pemerintah melanjutkan proses pembentukan Komcad secara bertahap sesuai kebijakan pertahanan nasional. Penetapan 550 Komcad Matra Laut di Surabaya, menjadi bagian dari kelanjutan program tersebut. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.