Kodiklatad Siapkan 150 Prajurit TNI AD Wanita Jago Menembak

Jakarta, IDM – Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat (Kodiklatad) menyiapkan 150 prajurit TNI AD wanita untuk jago menembak. Kini para prajurit tersebut sedang menempa pendidikan dan menjadi siswa Dikmaba TNI AD Wanita TA 2024.
Baca Juga: Program TNI AD, Bagikan Ratusan Bola untuk Anak-anak Papua
Mereka pun menggelar latihan menembak di Lapangan Tembak Denkavkud Cisarua, Parongpong, Jawa Barat dan langsung disaksikan Komandan Kodiklatad Letjen TNI Widi Prasetijono, umat (22/11).

Dalam peninjauan ini, Widi melihat bagaimana penyelenggaraan latihan dan kemampuan siswa dalam menembak senapan jarak 100 meter baik sikap dan perkenanan tembakan.

Dalam pengarahannya, Komandan Kodiklatad memberikan motivasi kepada 150 siswa Dikmaba TNI AD Wanita untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan menembaknya
Baca Juga: Penutupan Latihan Transisi, Awak KRI Dituntut Mampu Hadapi Tantangan Peperangan Modern
Latihan yang dilaksanakan selama lima hari ini, diharapkan para siswa memahami dan mampu menembak senapan dan pistol sesuai dengan tujuan dan sasaran kurikulum pendidikan. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































