Kodiklatad akan Menambah Program Studi, Ini Dia Bocorannya

Jakarta, IDM - Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Kodiklatad) merencanakan mengajukan Progam Studi (Prodi) S2 Vokasi Rekayasa Industri Militer, Prodi S2 Vokasi Strategi Operasi Darat, D3 Pertahanan Darat serta penyusunan Buku Pedoman Rekognisi Pembelajaran Lampau di Lemdik TNI AD.
Hal ini terungkap saat Komandan Kodiklatad, Letjen TNI Arif Rahman, melaksanakan kegiatan Audiensi antara Pejabat TNI dengan Pejabat Kemendikbudristek RI yang dilaksanakan di ruang Rapat Gedung C lantai 2 kompleks Kemendikbudristek, Selasa, (4/4).
"Audiensi dihadiri 20 orang peserta terdiri dari Aspers KSAD, Danseskoad, Dansecapa, Danpoltekad, Dirdik Kodiklatad, Dirdik Seskoad, Kakordos Seskoad, Paban IV/Bindik Spersad, Wadirdik Secapa, Dirbindikjar Poltekad," tulis keterangan Penkodiklatad dikutip dari akun Instagram resminya @penkodiklatad, Rabu, (5/4).
Baca Juga: Persiapan Taifib Marinir dalam Latma Reconex-23 dengan USMC di AS
Selanjutnya dari hasil audensi ini menghasilkan kesimpulan bahwa Kemendikbudristek menyambut dengan baik rencana pengajuan prodi dan akan membantu dalam proses pendirian sehingga prodi dan buku pedoman dapat disusun sesuai dengan aturan yang berlaku. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































