HANKAM

Kodam XV/Pattimura Tindak Tegas Oknum Pengemudi Mobil Dinas yang Lawan Arus di Jakarta

Ilustrasi
Ilustrasi mobil dinas TNI lawan arus. (Foto: Kodam XV/Pattimura)

Jakarta, IDM – Kodam XV/Pattimura bergerak cepat merespons unggahan viral di media sosial, terkait kendaraan dinas TNI yang terpantau melawan arus di kawasan Jl. Letjen Soeprapto, Kwitang, Jakarta Pusat beberapa hari lalu.

Dilansir dari keterangan Penkodam XV/Pattimura, Selasa (27/1), Kapendam XV/Pattimura Kolonel Inf Heri Krisdianto, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh lapisan masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh insiden tersebut.

Baca Juga: Longsor Cisarua: 200 Marinir Cari 19 Prajurit yang Masih Hilang

Kapendam menjelaskan bahwa, kendaraan jenis Toyota Kijang Innova yang terekam dalam unggahan akun @afif_adhyatma tersebut, merupakan mobil dinas milik Perwakilan Kodam XV/Pattimura yang sedang beroperasi di wilayah Jakarta. Ia menegaskan bahwa, insiden ini telah menjadi atensi serius pimpinan, mengingat komitmen TNI dalam menjaga ketertiban di ruang publik.

"Kami memohon maaf atas kegaduhan ini. Sesuai dengan arahan tegas Bapak Pangdam XV/Pattimura, institusi kami tidak akan mentolerir setiap bentuk pelanggaran hukum maupun disiplin prajurit dalam bentuk sekecil apa pun. Peristiwa ini sangat kami sesalkan," ujar Heri.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan hasil penelusuran awal oleh pihak Kodam, insiden tersebut dipicu oleh pengemudi yang kurang menguasai medan dan rute jalan di lokasi kejadian. Saat itu, pengemudi tengah berupaya mencari posisi parkir untuk mengantarkan undangan dinas, namun justru melakukan kekeliruan navigasi yang berujung pada pelanggaran lalu lintas melawan arus. Meski demikian, pihak Kodam menegaskan bahwa faktor ketidaktahuan rute tidak dapat dijadikan pembenaran atas tindakan yang membahayakan pengguna jalan lain.

Baca Juga: Satgas Gulbencal Bersihkan Fasilitas Sekolah Dasar di Tapanuli Selatan

"Meskipun alasan utamanya adalah kurang menguasai medan, hal itu tidak menjadi pembenaran. Saat ini, personel yang bersangkutan tengah menjalani pemeriksaan intensif dan dipastikan akan menerima sanksi yang tegas sesuai dengan aturan hukum militer yang berlaku. Ini adalah bentuk pertanggungjawaban serta komitmen kami dalam menjaga disiplin prajurit di tengah masyarakat," tegas Heri.

Ia mengatakan, langkah cepat ini diambil untuk memastikan bahwa setiap prajurit TNI tetap menjadi teladan dalam kepatuhan hukum, terutama saat menggunakan fasilitas negara di tempat umum.

"Kodam XV/Pattimura, juga berterima kasih atas pengawasan masyarakat yang membantu institusi untuk terus berbenah dan menjaga profesionalisme," pungkasnya. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.