HANKAM

Kodam Udayana Lantik 161 Bintara Muda Jadi Prajurit TNI AD

bintara muda
161 bintara muda resmi diambil sumpah menjadi prajurit TNI AD setelah menjalani proses pendidikan militer selama 5 bulan di Rindam IX/Udayana. (Foto: Penkodam IX/Udayana)

Jakarta, IDM - Usai menjalani proses pendidikan militer selama 5 bulan di Rindam IX/Udayana, 161 bintara muda resmi diambil sumpah menjadi prajurit TNI AD, Kamis, (9/2). Proses ambil sumpah ini dilakukan dalam upacara Penutupan Pendidikan Pertama Bintara TNI AD TA. 2022 di Lapangan Wira Yudha Bhakti Rindam IX/Udayana.

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Sonny Aprianto yang menjadi Irup pada upacara tersebut berpesan bahwa setelah menjadi seorang Bintara, berarti harus meninggalkan kehidupan sebagai warga negara sipil biasa dan memasuki kehidupan militer. Peralihan ini bukanlah sekedar perubahan fisik maupun mental, tetapi harus diikuti dengan perubahan sikap serta perilaku seorang prajurit yang selalu memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI.

bintara muda
(Foto: Penkodam IX/Udayana)

"Sebagai seorang Bintara, dipundaknya memikul tugas dan tanggung jawab sebagai prajurit yang harus mematuhi semua ketentuan dan peraturan perundang-undangan, baik yang berlaku bagi masyarakat umum maupun yang hanya berlaku bagi Prajurit TNI. Saya yakin dan percaya dengan bekal yang telah diperoleh dalam pendidikan akan dapat melaksanakan tugas dengan baik," kata Pangdam Udayana.

Lanjutnya bahwa penutupan pendidikan ini bukanlah akhir dalam menempuh pendidikan, akan tetapi masih ada tahap berikutnya yang harus dilalui yaitu pendidikan kejuruan sesuai kecabangan masing-masing, diantaranya Infanteri, Kavaleri, Armed, Arhanud, Zeni, Peralatan, Perhubungan, Pom, Bekang, Kesehatan, Ajen, Keuangan, Hukum dan Topografi.

Baca: Daftar 10 Nama Prajurit TNI AD yang Terima Penghargaan dari Panglima TNI

"Siapkan diri dengan baik untuk mengikuti pendidikan lanjutan tersebut, sebab mulai tahun ini pendidikan di TNI AD sudah berbasis Satuan Kredit Semester (SKS) agar dapat menyesuaikan dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi," kata Pangdam. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.