Kodam Jaya Akan Pamerkan Bela Diri Tangan Kosong Pada Puncak HUT TNI di Monas

Jakarta, IDM - Komando Daerah Militer (Kodam) Jayakarta akan memamerkan bela diri tangan kosong Merpati Putih di puncak acara panggung hiburan peringatan HUT ke-78 TNI Tahun 2023, di Lapangan Monas Jakarta Pusat.
Hal ini diungkapkan Pangdam Jaya Mayjen TNI Mohamad Hasan saat meninjau langsung latihan ini, Kamis, (21/9)
Baca Juga: Panglima Angkatan Bersenjata Singapura Apresiasi Super Garuda Shield 2023 dan ASEX-01 Natuna
"Ini disiapkan untuk pelaksanaan demontrasi pada saat puncak acara panggung hiburan peringatan HUT ke-78 TNI Tahun 2023, di Lapangan Monas Jakarta Pusat," kata Pangdam Jaya yang juga Ketua Umum perguruan silat bela diri rangan kosong Merpati Putih ini.

Lanjutnya latihan kali ini diikuti oleh anggota perguruan silat sebanyak 156 orang.
Baca Juga: Angkatan Laut Indonesia dan Prancis Godok Rencana Pelatihan Submarine Rescue
"Tujuannya untuk menyelaraskan berbagai teknik rangkaian gerak dan mematangkan demontrasi yang akan ditampilkan, dengan didampingi para pelatih pengurus pusat perguruan silat bela diri tangan kosong merpati putih," kata Pangdam Jaya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































