HANKAM

Kodam IX/Udayana Terjunkan Personel Bantu Evakuasi dan Distribusi Bantuan Korban Banjir Bali

Prajurit Kodam IX/Udayana
Prajurit Kodam IX/Udayana bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan dampak banjir. (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM – Kodam IX/Udayana mengerahkan ratusan prajuritnya untuk mengevakuasi korban, distribusi logistik, hingga pendirian posko pengungsian darurat.

Langkah tersebut dilakukan karena bencana banjir yang melanda wilayah Bali pada 10 September 2025.

Kapendam IX/Udayana, Kolonel Inf Widi Rahman, menyampaikan berdasarkan data BPBD Provinsi Bali, banjir berdampak pada kerusakan infrastruktur di sejumlah daerah dan memakan korban jiwa.

Baca Juga: TNI Akan Dilibatkan dalam Pengamanan Tambang Ilegal

“Kodam IX/Udayana akan terus mengoptimalkan kemampuan personel serta peralatan guna mendukung percepatan pemulihan masyarakat pasca banjir di Bali,” ujar Kapendam dalam siaran pers yang diterima redaksi, Sabtu (13/9).

Kapendam, menambahkan bahwa kondisi di sejumlah wilayah saat ini sudah mulai berangsur membaik. Aktivitas masyarakat perlahan kembali berjalan, bahkan di beberapa pasar, pedagang sudah tampak membuka lapak dan berjualan.

“Segala bentuk kerusakan akibat banjir agar segera dilaporkan ke posko terdekat untuk didata, sehingga dapat ditangani secara cepat dan tepat,” ungkap Kapendam.

Baca Juga: KSAU Pimpin Sertijab Tiga Jabatan Strategis di TNI AU, Salah Satunya Irjenau

Hingga kini, upaya pencarian korban, pemulihan infrastruktur, serta penyaluran bantuan masih terus dilakukan secara terpadu.

Akibat dari banjir ini, tercatat 18 orang meninggal dunia dan lima orang masih dalam pencarian. Sementara korban meninggal terbanyak berada di Kota Denpasar sebanyak 12 orang, Kabupaten Gianyar 3 orang, Jembrana 2 orang, dan Badung 1 orang.

Selain korban jiwa, banjir juga mengakibatkan kerusakan serius pada infrastruktur. Tercatat 163 titik banjir, 64 titik tanah longsor, 35 titik pohon tumbang, 2 jembatan rusak, 3 jalan rusak, serta 21 titik kerusakan pada penyengker, saluran irigasi, ruas jalan, dan senderan di berbagai wilayah.

Baca Juga: Nelayan Temuan Mortir 60mm Buatan Korea di Banjarmasin

Terkait pengungsian, 188 warga Denpasar harus mengungsi ke enam lokasi, di antaranya SD 25 Pemecutan, Banjar Sedana Merta Ubung, Banjar Dakdakan Peguyangan, Banjar Kesambi Kesiman, Pulau Misol, dan Banjar Tohpati Kesiman Kertalangu.

Sementara itu, di Kabupaten Jembrana, BPBD telah mengoperasikan dua dapur umum, masing-masing untuk 350 orang di BPBD Jembrana dan 3.000 orang di Pengambengan. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.