Koarmada III Gelar Latihan Pratugas Operasi Khusus Intelijen Maritim

Jakarta, IDM - Kepala Staf Koarmada III Laksamana Pertama TNI Rudhi Aviantara, membuka latihan pratugas Operasi Khusus Intelijen Maritim kepada jajaran personel Intelijen Koarmada III di Sorong, Papua Barat, Senin (16/1).
Rudhi mengatakan, latihan ini salah satu upaya untuk mendukung kebijakan perencanaan Mabes TNI. Ia berharap, melalui latihan ini personel TNI AL menjadi profesional dengan mental dan naluri intelijen yang tinggi.
"Serta mampu memberdayakan segala potensi yang ada di sekitar kita sebagai sarana dan prasarana pendukung kegiatan intelijen," ujar Rudhi dikutip dari keterangan Dispen Koarmada III.

Ia juga menyampaikan beberapa penekanan selama latihan, di antaranya memahami rencana latihan dengan benar, dan juga profesional terhadap fungsi dan tugas setiap pelaku untuk mencapai keberhasilan latihan.
"Hilangkan ego sektoral demi terwujudnya sinergitas dan soliditas TNI dengan rakyat untuk merekatkan keberagaman dalam kebersamaan di dalam bingkai NKRI," ucapnya.
Baca: KSAL Pastikan Rencana Kemhan Perbaiki 41 Kapal Perang Terealisasi
Pada akhir sambutannya, Rudhi juga menekankan untuk memahami dan melaksanakan tugas yang diberikan dengan berpedoman pada Standard Operation Procedure (SOP) pada setiap kegiatan latihan.
"Untuk mencegah timbulnya resiko kerugian personel dan material yang tidak perlu dalam rangka mewujudkan zero accident," tegasnya. (at)
Hankam

Penertiban Bendera di Aceh Tewaskan Warga, TNI AD: Kami Pakai Peluru Hampa dan Karet Peluru Hampa dan Karet
TNI AD menyatakan tindakan pengamanan saat penertiban Bendera Bulan Bintang di Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, menggunakan peluru hampa dan karet setelah massa anarkis. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu warga tewas serta belasan warga dan prajurit luka-luka.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































