Koarmada II Dapat Pembekalan Perencanaan Operasi dari US Marine Corps

Jakarta, IDM - Koarmada II mendapatkan pembekalan pengetahuan dan pemahaman tentang konsep operasi, oleh Staff Exercise Working Group dengan perwakilan dari US Navy dan US Marine Corps di Puslatkaprang Komando Latihan Koarmada II, Surabaya, Senin (5/12).
Dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Selasa (6/12), kegiatan tersebut dipimpin Letkol Laut (P) M Reza Achwandi selaku Koordinator Staff Exercise Working Group dan Kapten Oliver Cross dari US Marine Corps sebagai pemberi materi pembekalan.
Melalui pembekalan, diharapkan para prajurit jajaran Koarmada II dapat melaksanakan konsep operasi dengan baik pada saat melakukan manuver lapangan.

Selain itu, pembekalan tersebut juga sekaligus untuk meningkatkan profesionalisme prajurit Indonesia-Amerika Serikat (AS) dalam melaksanakan perintah operasi.
Baca: Pindah dari Jakarta, Koarmada I Resmi Berkedudukan di Tanjungpinang
Kegiatan pembekalan tentang konsep operasi ini sesuai dengan perintah Pangkoarmada II Laksamana Muda TNI TSNB Hutabarat, sebagai wujud implementasi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono untuk membangun sumber daya manusia unggul dan profesional serta tangguh menghadapi segala tugas TNI AL. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































