HANKAM

Koarmada II Dalami Sistem Pemantauan Kapal di Laut, Ini Fungsi AIS

Dissenlek Koarmada II
Dissenlek Koarmada II menggelar diskusi di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (14/1) untuk mendalami fungsi AIS pada kapal perang. (Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Jakarta, IDM – Komando Armada (Koarmada) II menggelar diskusi teknis terkait sistem pemantauan kapal di laut, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (14/1). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan teknis personel terhadap sistem pengawasan maritim.

Diskusi teknis tersebut membahas pengenalan Automatic Identification System (AIS), termasuk produk AIS dan solusi pemanfaatannya. Materi disampaikan oleh narasumber Arie Suryantoko.

Baca Juga: TNI Kebut Pembangunan Jembatan Darurat, Akses Warga di Sumbar Mulai Pulih

AIS merupakan sistem komunikasi maritim yang digunakan untuk bertukar informasi kapal secara otomatis antara kapal dan stasiun darat melalui frekuensi radio.

“Sistem ini berfungsi mendukung keselamatan navigasi sekaligus pengawasan wilayah laut,” papar Arie, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Jumat (16/1).

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Material Senjata dan Elektronika (Dissenlek) Koarmada II Kolonel Laut (E) Januar Heri C. menyebut diskusi teknis ini penting untuk menambah wawasan personel terkait peralatan AIS dan pengembangannya.

Menurutnya, AIS sangat dibutuhkan oleh KRI di jajaran Koarmada II karena berkaitan langsung dengan keselamatan pelayaran.

Baca Juga: Marinir Matangkan Latihan Operasi Strategis 2026, dari Pengamanan Objek Vital Nasional hingga Antiteror

“Melalui diskusi ini, diharapkan peserta dapat menyerap informasi secara optimal dan menghasilkan output yang dapat diterapkan pada alutsista, khususnya kapal perang (KRI)” kata Januar.

Diskusi ini diikuti 32 peserta yang terdiri dari pejabat Koarmada II serta perwira kepala departemen elektronika sejumlah kapal perang jajaran Koarmada II. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.