HANKAM

Klarifikasi Kolonel Laut (P) Iwa Kartiwa Tentang Kondisinya

Klarifikasi Kolonel Laut (P) Iwa Kartiwa Tentang Kondisinya
Mantan Komandan Satuan Kapal Selam (Dansatsel) Koarmada II, Kolonel Laut (P) Iwa Kartiwa (kiri), didampingi Asrena KSAL, Laksamana Muda Muhammad Ali (tengah), serta Kadispen AL, Laksamana Pertama Julius Widjojono (kanan) saat memberikan pernyataan pers mengenai kabar yang menyebutkan bahwa dirinya sakit setelah bertugas di kapal selam. Photo: Dok. Dispenal

Jakarta, IDM - Mantan Komandan Satuan Kapal Selam (Dansatsel) Koarmada II Kolonel Laut (P) Iwa Kartiwa, M.Pd., membantah pemberitaan tentang kondisinya yang beredar di media massa yang menyebut dirinya sakit akibat bertugas di kapal selam.

Konferensi pers yang digelar di Rumah Sakit TNI AL dr. Mintohardjo, Bendungan Hilir Jakarta Pusat, Selasa, (4/5) ini juga dihadiri Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) KSAL Laksamana Muda Muhammad Ali, S.E., M.M., Kadispenal Laksma TNI Julius Widjojono, dan Karumkital dr. Mintohardjo Kolonel Laut (K) dr. Gigih Imanta, Sp.PD., dan dokter pribadi Kolonel Iwa yakni Mayor Laut (K) dr. I Made Budi Wirawan, M. Biomed, Sp. PD, FINASIM.

Kolonel Laut (P) Iwa Kartiwa menyampaikan bahwa dengan seizin pimpinan TNI Angkatan Laut, klarifikasi yang pertama tentang kondisi yang terbaring sakit, tidak bisa bicara dan hanya bisa di tempat tidur. Kolonel Iwa menegaskan itu tidak benar, walaupun dalam keadaan kesehatan seperti sekarang, mantan Dansatsel tahun 2017 ini masih bisa beraktifitas dan masih sanggup mengendarai kendaraan pribadi dari Tasikmalaya ke Jakarta dalam rangka melaksanakan pengobatan di Rumkital dr. Mintohardjo.

Berkaitan dengan isu sakitnya karena terkena radiasi serbuk besi kapal selam, perlu diketahui bahwa Kolonel Iwa selama berdinas di kapal selam sejak Letnan Dua sampai dengan Kolonel tidak pernah merasakan keluhan apapun.

“Saya ingin meyakinkan bahwa kondisi saat ini bukan karena akibat berdinas di kapal selam, dan tentunya saat menjabat Dansatsel masih berlayar di kapal selam dan tidak ada masalah,” ungkap alumni AAL Angkatan 37 tersebut.

Selain itu, berkaitan dengan menjual rumah, dijelaskan bahwa, Kolonel Iwa memiliki dua rumah yakni rumah dinas di Surabaya dan rumah pribadi di Tasikmalaya. Sehingga, Kolonel Iwa merasa tidak pernah menjual apapun, karena TNI Angkatan Laut telah memberikan semuanya dari TNI AL.

Klarifikasi Kolonel Laut (P) Iwa Kartiwa Tentang Kondisinya
Mantan Komandan Satuan Kapal Selam (Dansatsel) Koarmada II, Kolonel Laut (P) Iwa Kartiwa (kiri), didampingi Asrena KSAL, Laksamana Muda Muhammad Ali (tengah), serta Kadispen AL, Laksamana Pertama Julius Widjojono (kanan) saat memberikan pernyataan pers mengenai kabar yang menyebutkan bahwa dirinya sakit setelah bertugas di kapal selam. Photo: Dok. Dispenal

“Saya mencintai TNI AL karena satuan saya telah memberikan perhatian terhadap kesembuhan, kemudahan dalam setiap pengobatan dari Rumah Sakit Angkatan Laut. Dan banyak isu tentang kondisi saat ini, saya meminta tolong jangan dibesar-besarkan. Karena rumah yang sekarang ditempati adalah rumah saya sendiri jadi tidak benar kalau rumah kami dijual untuk pengobatan”, tegas Kolonel Iwa.

Senada dengan Kolonel Iwa, Asrena KSAL Laksda TNI Muhammad Ali, S.E., M.M., mengatakan bahwa penjelasan yang disampaikan sendiri oleh Kolonel Iwa Kartiwa tentang pemberitaan di media cetak dan media elektronik berkaitan dengan kondisinya itu banyak yang tidak benar. Sehingga perlu diketahui saat bersama di kapal selam, tidak ada hal-hal yang disangkakan oleh media tentang zat-zat berbahaya maupun radiasi itu semua tidak benar. Karena banyak yang mengawaki kapal selam dan tidak ada yang sakit akibat yang dikatakan media yang banyak beredar.

“Saya harapkan tidak diyakini sepenuhnya, karena saya khawatir apa yang diberitakan media ini, ada maksud-maksud tertentu, dan tendensius sekali. Untuk menyudutkan institusi TNI AL. Ada kepentingan-kepentingan politik, disinilah media harus menyampaikan secara netral, jangan ada kepentingan perorangan, kepentingan golongan, dan jangan sampai ada seseorang yang memanfaatkan dari tragedi kecelakaan KRI Nanggala-402 berupa keuntungan dan popularitas serta dikaitkan dengan kondisi salah satu perwira kapal selam TNI AL,” kata Ali. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.