KKRI Gelombang III Wilayah Kodam Diponegoro Dibuka, 500 Siswa SMA/SMK Ikuti Pelatihan Bela Negara

Jakarta, IDM – Komandan Resimen Induk Daerah Militer (Danrindam) IV/Diponegoro Brigjen Hindratno Devindanto resmi membuka pelatihan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Gelombang III Tahun 2025 di Markas Komando Rindam IV/Diponegoro, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (1/11).
Sebanyak 500 pelajar SMA/SMK wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berpartisipasi dalam pelatihan, termasuk 50 peserta perwakilan dari wilayah Komando Distrik Militer (Kodim) 0732/Sleman.
“Mereka siap ditempa menjadi generasi muda tangguh, disiplin, dan berjiwa nasionalis,” tulis keterangan pers Pusat Penerangan TNI, Minggu (2/11).
Baca Juga: Diwarnai Latihan Operasi Khusus, Wakil Panglima TNI Terima Brevet Kehormatan Kopassus
Dalam arahannya, Brigjen Hindratno menekankan pentingnya disiplin, kekompakan, dan semangat juang sebagai fondasi utama karakter bangsa.
"KKRI bukan sekadar latihan fisik, tapi investasi karakter. Para kadet dilatih menjadi generasi tangguh, disiplin dan berjiwa nasionalis,” kata dia.
Adapun program KKRI merupakan bagian dari perhatian pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto dalam memperkuat kesadaran bela negara di kalangan pelajar.
Baca Juga: Bahas Keamanan Selat Malaka, TNI AL Dorong Kerja Sama Regional di Forum Bintan
Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah mengatakan bahwa program KKRI pertama kali digelar tahun ini.
“Ke depan, program ini akan terus berlanjut secara berkesinambungan dengan cakupan yang lebih luas agar semakin banyak generasi muda yang terlibat dan merasakan manfaatnya,” ujar Freddy kepada Indonesia Defense Magazine (IDM), Senin (29/9).
Kapuspen TNI mengatakan, peserta KKRI berasal dari kalangan pelajar tingkat SMA/SMK di berbagai daerah di Indonesia.
Baca Juga: KSAL Indonesia dan Spanyol Bahas Kolaborasi Maritim dan Keamanan Laut Internasional
“Melalui pembinaan terstruktur, para peserta diarahkan untuk menjadi kader bangsa yang tangguh, berwawasan kebangsaan, serta siap mengabdi sesuai bidangnya masing-masing,” tutur Freddy.
Kementerian Pertahanan RI sebagai leading sector atau pemegang kebijakan program KKRI. Sementara TNI berperan sebagai pelaksana utama di lapangan dengan menyiapkan sarana, prasarana, instruktur, dan metode pembinaan.
Gelombang pertama KKRI telah digelar pada 19-21 September 2025. Gelombang kedua dilaksanakan pada 26–28 September 2025. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































