KKB Minta Tebusan Pembebasan Pilot Susi Air, Panglima TNI: Kemanusiaan Tak Ada Harganya

Jakarta, IDM - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menegaskan nyawa manusia tidak pernah bisa dibandingkan dengan uang. Pernyataan tersebut dilontarkannya merespons Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) disebut meminta tebusan sebesar Rp5 miliar sebagai syarat pembebasan Pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens.
"Kita lebih kepada kemanusiaan, kalau kemanusiaan kan enggak ada harganya," kata Yudo, dikutip dari detik Rabu (5/7).
"Enggak bisa dihargai seberapa pun, apabila ini menyangkut keselamatan nyawa manusia, baik itu keselamatan pilot maupun masyarakat yang berada di sekitarnya," tambahnya.
Baca Juga: Pangdam Cendrawasih Beberkan Kondisi Terkini Pilot Susi Air
Kendati demikian, Yudo mengatakan pemerintah siap bila harus memenuhi permintaan KKB untuk tujuan keselamatan. Ia mengatakan langkah itu bukan preseden buruk, karena fokusnya lebih kepada menjamin keselamatan sang pilot dan warga sekitar.
"Kalau permintaannya itu, kita penuhi demi keselamatan semuanya," tuturnya.
Yudo pun kembali mengatakan pihaknya tetap mengutamakan langkah negosiasi untuk membebaskan pilot asal Selandia Baru yang telah disandera oleh kelompok pimpinan Egianus Kogoya sejak awal Februari lalu. Saat ini, pihaknya tengah menunggu kabar terkait upaya tersebut.
"Untuk pilot, kita sudah percayakan pada Pj Bupati Nduga ntuk melaksanakan negosiasi dan saat ini Pak Bupati di monitor sedang ada di Wamena untuk menyiapkan pesawat," jelas Yudo.
Baca Juga: Panglima TNI Berangkatkan 2 Satgas Pamtas, Jaga Perbatasan RI-PNG
"Karena memang ini kesulitan pesawat, pada takut untuk menuju daerah yang ditentukan, disepakati karena belum percaya tadi untuk mengangkut ataupun menegosiasikan," tambahnya.
Ia menjelaskan, secara umum situasi di Papua terbilang kondusif meski kerawanan tetap ada di sejumlah titik.
"Secara umum situasi di Papua semuanya kondusif, tapi yang saya selalu sampaikan ada beberapa wilayah yang kerawanannya masih ada, di Kabupaten Nduga," pungkas dia. (un)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































