Kisah Serda Baltasar, Lima Hari Menyusuri Hutan Mencari Nenek Patresya yang Hilang

IDM - Upaya tidak kenal lelah Sersan Dua (Serda) Baltasar, Babinsa Desa Alusi Kelaan Koramil 1501- Larat Kodim Saumlaki berbuah hasil, setelah lima hari menelusuri kebun dan hutan ia berhasil menemukan Nenek Pratesya yang dilaporkan hilang sejak Minggu, (24/7) lalu.
"Saya menemukan nenek Pratesya dalam keadaan lemas dan kondisi kelaparan, kemungkinan besar selama empat hari tidak makan dan tersesat tidak tahu arah jalan pulang," kata Baltasar usai menemukan Nenek Pratesya, Rabu, (27/7).
Ia pun langsung menggendong Nenek Pratesya. Kabar penemuan ini langsung disambut sukacita warga Desa Kelaan. Kepala Desa Isaksoluri langsung menerima kedatangan nenek Patresya yang hilang. Rasa terimakasih dan keharuan disampaikan langsung oleh kepala desa kepada Dandim Saumlaki, dengan mendatangi rumah dinas Dandim Sumlaki.
Nenek Patresya yang berusia 87 tahun dikabarkan hilang usai berangkat ke kebunnya untuk mengambil hasil kebun menyusul anak anaknya yang sudah berangkat mendahului.
Menyadari situasi saat itu, keluarga langsung mencari kemana- mana keberadaan nenek Patresya akan tetapi tidak ada informasi dan keterangan keberadaannya. Dalam keadaan panik keluarga langsung melaporkan ke desa tentang kehilangan keluarga.
Danramil 1507-01/ Larat Serma Pius segera memerintahkan Babinsa Serda Baltasar untuk segera membatu mencari keberadaan sang nenek. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































