HANKAM

Kisah Prajurit Perbatasan, Koptu Wawan Supriyadi Menjaga Aset Negara, Mengedukasi Warga

Kegiatan patroli Koptu.
Kegiatan patroli Kopral Satu (Koptu), Wawan Supriyadi bersama Babinsa lainnya di Pulau Moa, Maluku Barat Daya (MBD). (IDM/Septo Kun Wijaya)

Jakarta, IDM – Kisah prajurit perbatasan ini datang dari Kopral Satu (Koptu), Wawan Supriyadi. Demi tugas, ia harus meninggalkan kampung halamannya Medan, Sumatera Utara untuk mengabdi menjadi Babinsa di ujung timur Indonesia, tepatnya di Koramil 1511-01 Tiakur, Kodim 1511/Pulau Moa, Maluku Barat Daya (MBD).

Kepada Indonesia Defense Magazine akhir Mei silam, Wawan mengisahkan sudah mengabdi sejak tahun 2018.

"Saya ditunjuk jadi Babinsa sejak tahun 2018, ditempatkan di Desa Kota Lama, Kodim 1507/Saumlaki, kemudian ada alih kodal, Kodim 1511/Pula Moa, dan jadi Babinsa di Desa Patti sampai sekarang," kata Wawan.

Baca Juga: TNI Targetkan Bentuk 105 Batalyon Teritorial Pembangunan Tahun Ini

Dengan menggunakan motor trail sebagai kendaraan dinasnya, ia kerap mengunjungi satu persatu rumah warga, dengan melalui medan yang cukup terjal, dipenuhi batu-batu karang dan semak belukar.

Wawan mengatakan menjadi Babinsa di pulau terluar punya problematika tersendiri, selain medan yang menantang, pengawasan sentral-sentral pembangunan nasional oleh pemerintah juga harus rutin dipantau.

Kegiatan patroli Koptu.
Mengontrol pembangunan sentral air di Pulau Moa, Maluku Barat Daya (MBD). (IDM/Septo Kun Wijaya)

Ia dan beberapa rekannya sesama Babinsa kini aktif mengawasi sentral pengeboran air dan pipanisasi yang sudah dibangun pemerintah pusat di Pulau Moa. Program ini diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan). Ada sekitar 49 titik air yang dibangun. Luas Pulau Moa adalah 959 km2 yang terdiri dari 8 desa, dengan jumlah penduduk sebanyak 7.257 jiwa.

Baca Juga: TNI AD Wujudkan Mimpi Petani Sukabumi, Lahan 424 hektare Kini Tak Kurang Air

"Kami harus rutin mengecek dan mengontrol agar distribusi ke masyarakat tetap berjalan," kata Wawan yang pernah mengabdi di Bataliyon 121/MK, Kodam I/BB dan Satgas Pam Rahwan di Maluku dan Merauke.

Lebih lanjut ia mengatakan sejak pembangunan sentral air tersebut, kegiatan patroli dilakukan rutin. Juga ketika tim Kemhan mencari titik-titik sumber air, ia pun mendampingi. Selesai dibangun, bukan berarti selesai pula tugas Wawan. Ia terus membantu dengan cara mengedukasi warga bagaimana merawat aset tersebut agar tetap terjaga.

"Kami berharap warga menjaga dengan baik sentral air yang sudah dibangun ini. Kami juga tak henti-henti memberikan edukasi," tutup Wawan. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.