Kisah Perjuangan Andi, Anak Yatim Piatu yang Lolos jadi Prajurit TNI AD

Jakarta, IDM – Kisah inspiratif ini datang dari Andi, calon prajurit TNI AD yang lolos rekrutmen di Kodam XXIII/Palaka Wira, Palu, Sulawesi Tengah.
Dilansir dari keterangan Penkodam XXIII/Palaka Wira, Rabu (2/9), Andi yang telah ditinggal kedua orang tua sejak kecil tak memadamkan semangatnya untuk meraih cita-cita. Berbekal restu dan dukungan sang kakak, anak yatim piatu ini membuktikan keteguhan hatinya dengan berhasil lolos seleksi menjadi prajurit TNI Angkatan Darat (AD).
"Sejak kehilangan ayah dan ibu, Andi hanya memiliki satu tempat untuk bersandar, yaitu sang kakak yang selalu menemani perjuangannya," kata Kakak yang sehari-hari berdagang sebagai penjual es.
Baca Juga: Kodam XVII/Cenderawasih Tak Mau Prajurit Lengah di Jalan, Etika Berkendara Diperketat
Sang Kakak mengisahkan sebagai pengganti orang tua, ia berusaha untuk terus mendampingi Andi. Ia mengaku proses pendaftaran menjadi prajurit TNI tidak rumit dan tidak mengeluarkan biaya apapun.
"Dan janji saya ke saudara-saudara sudah selesai. Sampai Andi dinyatakan lulus, tak ada sepeser biaya yang saya keluarkan," jelas sang Kakak.
Sejalan dengan sang Kakak, Andi juga mengaku sejak orang tua meninggal muncul motivasi untuk membuktikan bahwa ia bisa bangkit.
"Motivasi saya untuk mendaftar adalah untuk membanggakan almarhum ibu dan bapak," kata Andi.
Kisah perjuangan Andi adalah gambaran bahwa menjadi prajurit TNI AD bisa terwujud bagi siapapun.
Baca Juga: Asah Kemampuan Navigasi, Penerbang Skadron Udara 21 Jalani Terbang Jelajah dengan Super Tucano
Sebelumnya diberitakan bahwa dua orang anak tukang penggali kubur dan tukang ojek yang berhasil menjadi prajurit TNI Angkatan Darat. Rizal Maulana, anak penggali kubur mengaku senang karena baru saja diterima menjadi prajurit TNI Angkatan Darat.
Rizal tak kuasa menahan sedih ketika mengingat perjuangan ayahnya yang banting tulang sebagai penggali kuburan demi menafkahi keluarga yang dicintai. Dan ia membuktikan perjuangan Ayah tidak sia-sia.
Sejalan dengan kisah Desi Setiasari yang merupakan anak tukang ojek yang lolos prajurit TNI AD juga patut diapresiasi. Sebelum menjadi prajurit TNI, Desi kerap mendapat hinaan dari temannya. Namun, nasib berkata lain, perlahan Desi mampu membuktikan dirinya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































