HANKAM

Kisah Jenderal yang Pernah Gagal Lulus Bintara, Kini Jadi Panglima TNI

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. (Foto: Dok. Instagram @91agussubiyanto)

Jakarta, IDM – Cerita ini datang dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, ternyata dirinya pernah gagal tes seleksi Bintara TNI AD.

Dikutip dari unggahan instagram resmi @91agussubiyanto, Senin (24/11), mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ke-34 ini mengisahkan bahwa dari enam saudaranya hanya dia yang jadi harapan sang Ayah menjadi prajurit. Namun, perjalanan menjadi tentara tidak mudah.

"Dari keenam anaknya, cuma aku yang digadang-gadang ayah untuk jadi tentara.Ternyata perjalanan menuju harapannya tidaklah mudah. Kepedihan kehilangan ayah, luntang lantung tidak bisa melanjutkan kuliah dan tidak punya pekerjaan, gagal di pendaftaran calon bintara serta banyak lagi sakit, kecewa dan kegagalan yang pada akhirnya mengantarkanku sampai pada posisi saat ini," cerita Agus.

Baca Juga: Satgas Yonif 743/PSY Jemput Bola Beri Layanan Kesehatan ke Warga Pegunungan Papua

Di balik semua itu, lanjut Agus banyak kejutan-kejutan yang sejujurnya dia pun tak tahu, termasuk akhirnya menjadi tentara. Menurutnya jasa besar orang tua khususnya Sang Ayah buat ia bisa menjadi Panglima TNI saat ini.

"Kita tidak pernah tahu, kejutan apa yang telah Allah siapkan di ujung jalan berliku, hanya kesabaran," kata Agus.

"Kamu nanti jadi AKABRI saja, Gus!" Begitu kata Sang Ayah ditirukan Agus.

Suatu ketika lanjut Agus, Ayahnya juga sering menyebut keinginannya tersebut di depan teman-teman dan keluarganya.

Baca Juga: Helikopter Panther TNI AL Rekam Latihan Terakhir Kapal Yunani–Turki di Lebanon Jelang Purna Tugas

"Nah ini, calon AKABRI," katanya begitu tiru Agus.

Untuk diketahui, Agus lahir di Baros, Cimahi Tengah, 5 Agustus 1967. Ia merupakan anak kedua dari enam bersaudara, pasangan Dedi Unadi dan Cicih Gunasih yang berasal dari Cijulang, Pangandaran, Jawa Barat.

Ayahnya adalah seorang pensiunan TNI Angkatan Darat dengan pangkat terakhir sersan kepala dan menjadi Bintara Pembina Desa (Babinsa). (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.