Kisah Heroik! Sertu Giman Selamatkan Warga dari Banjir Bandang di Aceh Tamiang

Jakarta, IDM – Keberanian dan pengabdian seorang prajurit TNI kembali terbukti saat bencana banjir bandang melanda Desa Bundar, Kecamatan Karangbaru, Aceh Tamiang.
Sersan Satu (Sertu) Giman Saputra, anggota Kodim 0117/Aceh Tamiang, mempertaruhkan keselamatannya demi menyelamatkan satu keluarga yang terjebak di rumah mereka di tengah arus deras air bah setinggi lebih dari empat meter.
Peristiwa itu terjadi pada 26–27 November lalu, ketika banjir bandang secara tiba-tiba merendam permukiman warga.
Baca Juga: Medan Berlumpur Bukan Hambatan, TNI AU Distribusikan Bantuan ke Aceh Tamiang
Rumah milik Roji nyaris hanyut terseret arus, sementara ia bersama istri dan tiga anaknya terperangkap tanpa akses evakuasi.
Dalam situasi krisis tersebut, Sertu Giman tidak menunggu bantuan tambahan.
Dengan peralatan seadanya berupa ban bekas dan tali, ia menerobos derasnya arus banjir untuk menjangkau rumah korban.
“Air deras, arus kuat, tapi Pak Giman tetap masuk. Beliau bolak-balik menyelamatkan kami satu per satu. Kalau bukan karena beliau, kami tidak tahu nasib kami bagaimana,” ujar Roji saat ditemui di kediamannya.
Keberanian Sertu Giman diuji saat ia harus mengevakuasi korban melalui jendela rumah yang hampir seluruhnya terendam air.
Baca Juga: TNI Kerahkan 100 Prajurit Yon TP Percepat Pemulihan RSUD Aceh Tamiang Setelah Banjir-Longsor
Dengan risiko terseret arus, ia memastikan setiap anggota keluarga keluar dengan selamat sebelum kembali menghadapi banjir untuk menolong korban berikutnya.
“Pak Giman menyelamatkan kami pakai ban. Tim SAR sudah kami hubungi tapi tidak datang. Di saat genting itu, hanya beliau yang ada,” tutur Roji.
Aksi heroik tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga korban. Bagi Roji, Sertu Giman bukan hanya prajurit negara, tetapi simbol keberanian dan harapan di tengah bencana.
Baca Juga: Tinjau Posko Satgasud Lanud Soewondo, KSAU Pastikan Distribusi Bantuan Optimal
“Alhamdulillah, itulah malaikat yang Tuhan kirimkan. Keberanian beliau luar biasa. Kami tidak sanggup membalas kebaikan Pak Giman,” ucap Roji dengan mata berkaca-kaca.
Sertu Giman sendiri dikenal sebagai prajurit yang dekat dengan masyarakat. Keberaniannya dalam bencana ini mencerminkan nilai utama TNI sebagai tentara rakyat yang selalu hadir dan bertindak cepat demi keselamatan warga, bahkan dengan mempertaruhkan nyawa.
Aksi penyelamatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa di tengah keterbatasan, keberanian dan jiwa pengabdian seorang prajurit TNI mampu menjadi garis terakhir perlindungan bagi masyarakat. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































