Kisah Andarias Sokoy, 17 Kali Tes Akhirnya Lulus Prajurit TNI AD

Jakarta, IDM – Kisah ini datang dari Andarias Sokoy, seorang pemuda asal Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua. Ia berjuang tak pernah lelah untuk menjadi prajurit TNI Angkatan Darat.
Dilansir dari keterangan Penkodam XVII/Cendrawasih, Rabu (22/7), Andarias sudah mengikuti tes penerimaan prajurit selama 17 kali dan akhirnya lulus menjadi prajurit TNI AD.
Baca Juga: Hendak Diselundupkan ke Malaysia, 1,9 Ton Pasir Timah Disita TNI AL di Karimun
"Saya sudah mengikuti tes selama 17 kali. Tes TNI AD sebanyak 15 kali dan sisanya mengadu nasib ikut tes rekrutmen Polisi dan TNI AL. Semuanya gagal dan di tes ke 15 TNI AD saya lolos," cerita Andarias.
Pemuda 22 tahun ini mengisahkan bahwa ia berasal dari keluarga tidak mampu. Sejak Ayahnya meninggal tahun 2018 lalu, ia terpaksa kerja serabutan, dari menjadi nelayan hingga mekanik di bengkel tambal ban. Namun keinginan kuat menjadi prajurit tidak pernah padam, ia mengisi waktu luang pascabekerja dengan persiapan diri untuk tes keprajuritan.
"Saya tinggal dengan mama dan kakak. Bapak sudah meninggal dari tahun 2018. Untuk menafkahi keluarga, saya kerja di bengkel. Di luar waktu bekerja, saya latihan fisik seperti lari sebagai modal untuk mendaftar TNI AD," kata Andarias.
Baca Juga: Kopda Dian Wahyu Saputro Lumpuhkan Kelompok OPM, Diganjar Penghargaan Tinggi
Kini Andarias berhasil lolos rekrutmen prajurit TNI AD. Ia mengaku senang dan tak henti-hentinya bersyukur. Ia memastikan bahwa segala usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, akhirnya tidak sia-sia.
"Buat teman-teman yang di luar sana, kalian jangan takut, daftar TNI AD itu semuanya gratis, tidak dipungut biaya," pungkas Andarias.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































