Kisah Anak Penggali Kubur dan Tukang Ojek yang Jadi Prajurit TNI AD

Jakarta, IDM - Sebuah kisah inspiratif dibagikan TNI AD lewat akun media sosial Instagramnya @tni_angkatan_darat. Kisah itu adalah perjuangan dua orang anak tukang penggali kubur dan tukang ojek yang berhasil menjadi prajurit TNI Angkatan Darat.
Lewat kisah ini TNI AD ingin membagi cerita bahwa perjuangan tanpa pamrih, ikhlas akan menemukan hasilnya.
Berikut kisah lengkapnya yang dilihat Indonesiadefense.com, Selasa, (23/5).
Baca Juga: Peran Kowal dalam Satgas MTF TNI Konga Diapresiasi UNIFIL
Namanya Rizal Maulana, ia mengaku senang karena baru saja diterima menjadi prajurit TNI Angkatan Darat.
Saat bercerita, Rizal tak kuasa menahan sedih ketika mengingat perjuangan ayahnya yang banting tulang sebagai penggali kuburan demi menafkahi keluarga yang dicintai.

"Assalamualaikum perkenalkan nama saya Rizal Maulana asal dari Bandung. Saya anak keempat dari empat bersaudara. Pekerjaan ayah saya sebagai penggali kuburan dan ibu saya sebagai IRT. Alhamdulillah walaupun beliau sebagai penggali kuburan, saya dapat dipercayai menjadi anggota TNI Angkatan Darat," kata Rizal memulai kisahnya.
Melihat perjuangan sang Ayah, dari sana Rizal berupaya keras mengikuti seluruh tes agar dapat menjadi prajurit TNI.
"Pengorbanan orangtua saya, walaupun beliau sakit, kehujanan, kepanasan, beliau tetap bekerja demi saya," kata Rizal.
Sementara itu, ibunda Rizal sempat mengaku minder dengan kondisi ekonomi yang dialaminya saat ini.
Sang ibu memaparkan hanya memiliki kekuatan doa agar Rizal Maulana mampu meraih cita-cita yang selama ini didambakannya.
"Sedih, dia cita-citanya tinggi, tapi ibu orang gak punya , orang pas-pasan, ibu cuma bisa berdoa buat anak dan ngasih semangat," tuturnya.
Baca Juga: Tinjau Persiapan JAT di Malaysia, Dankodiklatau: Tampilkan yang Terbaik pada Dunia Internasional
Lebih lanjut, ibunda Rizal tak sungkan untuk membagikan momen berharga yang baru saja dia dapatkan. Menurutnya, siapapun bisa meraih mimpi asalkan dijalani dengan sungguh-sungguh dan diiringi doa.

"Ini patut jadi contoh, buat semua yang mau daftar menjadi TNI, tidak dipungut biaya sepeser pun. Orang yang tak mampu seperti Rizal, bisa masuk menjadi anggota TNI," katanya.
Serupa dengan kisah Rizal Maulana, kisah inspiratif berikutnya datang dari Desi Setiasari yang merupakan anak tukang ojek yang lolos tes masuk TNI AD.
Cerita tentang perjuangan Desi pertama kali diunggah oleh akun youtube TNI AD pada Maret 2020.
Baca Juga: Prajurit Kopaska Raih Tiga Kemenangan dalam Kejuaraan Menembak Danjen Kopassus
Sebelum menjadi TNI, Desi kerap mendapat hinaan dari temannya. Namun, nasib berkata lain, perlahan Desi mampu membuktikan dirinya. Ia bahkan mendapat dukungan dan pujian dari istri panglima yang saat itu adalah Hetty Andika Perkasa.
Hetty memuji kebesaran hati Desi yang tak membalas cemoohan teman dan tetangganya itu dengan kata-kata kasar, melainkan membuktikan bahwa ia bisa menjadi tentara secara mandiri.
Ia bahkan mendoakan agar Desi kelak juga dapat menjadi perwira TNI, dan mencetak banyak prestasi selama bertugas menjadi tentara.
“Saya tidak akan banyak berbicara, saya akan berikan senyuman saja. Saya ingin membuktikan bahwa anak tukang ojek pun menjadi prajurit,” tutur Desi. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































